The Secret of Nusantara (I): Blood of The Prophet
June 11, 2007 by easternearth

Kata ‘Nusantara’, berasal dari kata-kata Mahapatih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, dalam sumpahnya yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Bahwa dia tidak akan menikmati kesenangan dunia sebelum seluruh nusantara bersatu. Gajah Mada sendiri adalah sosok yang misterius, tidak diketahui dari mana asal-usulnya, kemudian tampil menjadi orang yang paling berpengaruh dari zaman ke zaman dengan konsep Nusantara-nya dan kemudian menghilang entah ke mana.
Wilayah Nusantara mengacu kepada kepada kawasan kepulauan Asia Tenggara, yang saat ini berada dalam wilayah negara Indonesia, Malaysia dan sekitarnya. Menurut pembagian kawasan dunia, wilayah ini terletak paling timur dalam peta dunia. Orang Eropa menyebut wilayah ini Timur Jauh. Pada abad-abad penjajahan bangsa Eropa, Nusantara biasa disebut Hindia Timur (East Indies). Begitu juga dengan orang Arab dan Timur Tengah, bila dikatakan ‘Timur’ maka dalam maksud lokal bisa bermaksud kawasan di sebelah timur Hijaz (kawasan Mekah dan Madinah), tapi dalam maksud yang lain berarti wilayah di arah timur di luar Jazirah Arab dan Teluk Persia: Nusantara.
Wilayah ini didiami oleh rumpun bangsa Melayu (Jawi). Saat ini terdapat sekitar setengah milyar penduduk mendiami wilayah ini. Dengan 300 juta orang diantaranya beragama Islam, menjadikan rumpun bangsa Melayu adalah bangsa Muslim terbesar di dunia. Bahkan lebih besar dibandingkan seluruh bangsa Arab yang merupakan menjadi bangsa Muslim pertama. Suatu fenomena yang tidak dijumpai pada bangsa manapun di dunia.
Sejarah keislaman Nusantara dan Bangsa Melayu bermula sangat awal sekali. Telah ditemukan beberapa makam Sahabat Nabi Muhammad SAW di Nusantara. Salah satu yang paling terkenal adalah makam Syeikh Rukunuddin di Barus (Fansur), Sumatera Utara. Pada makamnya tertulis bahwa beliau wafat pada tahun 48 H. Tidak diketahui siapa nama Syeikh Rukunuddin sebenarnya, tapi dari tanggal wafatnya kita bisa mengatakan bahwa kemungkinan beliau adalah salah sorang sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu orang yang hidup sezaman dan berjumpa dengan beliau. Para sahabat dan tabiin telah memulai gelombang awal sejarah Islam di Bumi Nusantara.
Pada periode berikutnya, Islam semakin deras mengalir khususnya ke Pulau Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaysia, dan Kamboja (Campa). Sekitar abad ke 13 M, banyak cabang-cabang keluarga keturunan Nabi Muhammad SAW (Ahlul Bait) mulai meninggalkan Hadramaut (Yaman) di wilayah selatan Jazirah Arab, terutama setelah serbuan Bangsa Mongol ke Baghdad. Tersebutlah Sayyid Ahmad Jalal Syah yang menjadi gubernur di India Barat. Salah seorang puteranya yang bernama Sayyid Jamaluddin Al Hussein berpindah ke Campa dan kemudian lebih terkenal dengan nama Syeikh Jumadil Kubra.
Seorang putera Syeikh Jumadil Kubra yang bernama Sayyid Ali Nurul Alam mengasaskan berbagai kesultanan di Campa, Semenanjung Malaya, Pattani (Thailand Selatan), Sumatera, Kalimantan dan Brunei (Borneo) serta di kawasan Filipina. Tercatat raja pertama dinasti Islam Campa adalah anak dari Sayyid Ali Nurul Alam, yaitu Raja Wan Bo (Sayid Abdullah ibn Ali Nurul Alam).
Puteranya yang lain adalah Syeikh Ibrahim Al Akbar As Samarkand (Sunan Maulana Malik Ibrahim/ Sunan Maghribi/ Syeikh Asmarakandi). Inilah cikal bakal Wali Songo di tanah Jawa. Dari keluarga Syeikh Asmarakandi lahir Sunan Ampel, Sunan Drajad dan Jaka Tarub yang keturunannya menjadi ulama-ulama dan raja-raja Jawa (Demak, Pajang, Mataram, Cirebon, Banten dst). Keluarga Ahlul Bait ini kemudian dengan cepat membaur dan segera mencorak Nusantara dengan Islam.
Pada waktu itu keluarga ini datang ke Jawa Timur, pusat pemerintahan Majapahit, kerajaan yang mengalami kemunduruan setelah sebelumnya menjadi pemimpin Nusantara. Kehadiran Sunan Ampel diterima dengan baik oleh penguasa Majapahit saat itu. Walaupun Majapahit masih tetat kerajaan Hindu tapi tidak sedikit warganya yang telah memeluk Islam. Bahkan akhirnya Raja Majapahit, Brawijaya V (Bhre Kertabumi) kemudian memeluk Islam. Anak-anaknya dididik langsung oleh Sunan Ampel. Salah satunya adalah Raden Patah (Fatah) yang kemudian menjadi menantu Sunan Ampel dan selanjutnya mengasaskan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa: Kesultanan Demak. Raden Patah menjadi raja Demak dengan gelar Sultan Alam Akbar Al Fatah.

Hampir bersamaan dengan itu, salah seorang ahlul bait keturunan ke-31 dari Sayidina Hussain (cucu Nabi Muhammad SAW) yang lahir dan dibesarkan di daratan Cina, mengadakan ekpedisi pelayaran ke berbagai tempat di dunia, dan secara satah satunya khusus datang ke Nusantara dengan puluhan kapal bersama hampir 30.000 orang anggota armadanya. Inilah satu ekpedisi pelayaran terbesar dalam sejarah. Dia bernama Zheng He, dan lebih terkenal dengan nama Laksamana Ceng Ho. ‘Show force’ Laksamana Ceng Ho dengan armadanya yang luar biasa besar namun membawa misi perdamaian, membantu menstabilkan kondisi politik kerajaan-kerajaan di Nusantara setelah memudarnya kejayaan Majapahit pasca Gajah Mada dan juga membantu memperkenalkan Islam sebagai agama yang damai dan universal. Dengan demikian perkembangan Islam menjadi semakin pesat dan berwibawa.
Maka kemudian datang gelombang Ahlul Bait pada abad ke-18 M. Hal ini juga didorong oleh terjadinya serangan di Hijaz oleh Muhammad ibn Saud (Bani Saud) dan Muhammad ibn Abdul Wahhab yang di kemudian hari lebih banyak disebut sebagai gerakan Wahabi (Wahhabism). Serangan ini didukung oleh Inggris yang berkepentingan untuk menjatuhkan Turki Utsmani dan kemudian memicu konflik antara Turki Utsmani dan dinasti Saud (Ottoman-Saudi War) setelah sebelumnya mengakibatkan terusirnya kalangan Ahlul Bait dari Hijaz. Sebagian ada yang berpindah ke utara dan mendirikan kerajaan Bani Hasyim/Al Hasyimi di Yordania (The Hashemite Kingdom of Jordan) dan sebagian bergerak ke timur menuju Nusantara.
Berbeda dengan para pendahulunya yang telah berbaur dengan ras Melayu, mereka yang datang pada periode ini lebih mudah dikenali secara fisik sebagai sebagai keturunan Arab. Dan umumnya mereka juga mengekalkan marga-marga ahlul bait hingga ke saat ini. Juga lazim dikenal sebagai panggilan Sayyid, Syarif, Habib, Wan, Tok, Tengku dan lain sebagainya.
Inilah salah satu keajaiban bangsa Melayu, darah Rasul telah mengalir dalam darah mereka dan mengalirkan keberkahan tersendiri. Rupanya orang-orang muslim terdahulu, khususnya dari kalangan Ahlul Bait terdahulu dengan sangat serius dan terarah menyiarkan dakwahnya ke Bumi Nusantara. Menjadikan bangsa Melayu menjadi bagian dari keluarga besar Nabi Muhammad SAW, seolah-olah Bumi Nusantara di Timur ini adalah tanah air kedua bagi Islam dan keluarga yang mulia ini. Terlebih setelah mereka terusir dari tanah airnya sendiri. Bahkan ada sebagian orang yang mengatakan bahwa Mahapatih Gajah Mada, ‘pendiri’ Nusantara yang misterius itu, tidak lain adalah salah seorang muslim dari kalangan Ahlul Bait. Wallahu ‘alam.
“Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih daripada dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak hingga datanglah Panji-panji Hitam dari Timur. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikan. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan. Siapa di antara kamu atau keturunanmu yang hidup pada masa itu, datangilah Imam dari ahli keluargaku itu walaupun terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya, mereka adalah pembawa Panji-panji Al Mahdi. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku, dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Dia akan memenuhi dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan..” (H.R. Abu Daud, At-Tarmizi, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Abus Syeikh, Ibnu Adi, Abu Dhabi, Ibnu Asakir & Abu Nuaim)
Selanjutnya >> The Secret of Nusantara (II): The Last Stronghold >>

allaahu akbar !!!
I absolutely love reading your post. I would love to do more readings about nusantara history. Especially about kerajaan pagar ruyung. Would you kindly recommend me any books or hikayats? And where to buy them? Thank you so much for your time..
Salam,
Afiah
Alhamdulilah,, sungguh besar AnugrahMu y Allah yang telah menurunkan Zuriat_Zuriat Nabiallah Muhammad di Indonesia khususnya di Tanah Jawa. Ulun Urang Banjar yang mengagumi Para Wali yang ada di sana..!! Terimakasih banyak ya Allah..
Dikutip dari tulisan diatas:
Bahkan ada sumber sejarah yang mengatakan bahwa Mahapatih Gajah Mada, ‘pendiri’ Nusantara yang misterius itu, tidak lain adalah salah seorang muslim dari kalangan Ahlul Bait.
Sumber sejarah manakah yang dimaksud, mohon informasinya. terima kasih
Rasulullah telah menyatakan bahwa akan ada Panji-panji Hitam dari Timur. Jika hal ini sampai disebut oleh Rasulullah, tentunya suatu perkara yang sangat mahal, sangat penting. Mumpung janji Rasulullah ini belum terwujud, marilah kita bersama-sama berdoa dan berusaha agar kita di Nusantara ini kecipratan berkat dari Panji-Panji Hitam tersebut.
Sgala sumber ilmu yg dipecah dalam berbagai cabang oleh ALLAH SWT diberikan kpd manusia melalui orang2 suci ini,namun banyak diantara qt yg belum mengenalnya termasuk sy sndiri,mengenal pribadi2 suci mereka menyejukkan hati yaa rasulullah berikan syafaatmu kpd hamba melalui mereka,ya karim…
Ass wr wb ! Kiranya sobat telah mengetahui, jangan lupa ajak kami untuk segera mendaftarkan diri sebagai team pemuda bani tamim tsb ! Terimakasih ! Wass wr wb !
Rungkaian sejarah yang menarik. Terima kasih kepada pemilik blog ini. Perbanyakan lagi kisah sejarah begini untuk diselidiki susur galur kebangkitan Umat kali ke 2.
Tidak hairanlah mengapa bangsa Timur (Indonesia, Malaysia, Kemboja, dll. ) begitu mentaati raja mereka.
Sedikit sebanyak menjawab persoalan mengapa ahli Rufaqa cenderung menghantar anak-anak mereka belajar di Jordan.
Kebangkitan kali Ke 2 banyak dipacu dan disokong sendiri golongan Ahlul Bait. Penyatuan mereka dari Timur dan Barat disamping sokongan masyarakat awam bakal mempercepatkan lagi Kebangkitan ke 2, dengan izin Allah.
Usaha penyatuan khususnya Ahlul Bait perlu diperkuatkan.
Al’hamdulillah, informasi dan penjelasan dengan thema The Secret of Nusantara (I): Blood of The Prophet merupakan informasi yang sangat berharga khususnya kami di wilayah paling timur Indonesia - Provinsi Maluku. Untuk diketahui, bahwa Maluku sebelum datangnya bangsa Portogis dan Belanda yang kemudian menjajah wilayah Nusantara, sebelumnya hampir semua penduduk Maluku (99%) telah memeluk agama Islam, mungkin hanya 1 % saja yang beragama Hindu dan Animisme. Hampir dipastikan bahwa, jalannya cerita di atas tidak hanya ada sekitara Jawa, Sumatra, Malasyia, Kamboja dan Philipina saja, tapi bukti penyebaran agama Islam oleh para Ahlul Bait abad 13 M itu ada juga di Maluku, bahkan sebelum abad ke tiga belas atau di saat Nabi SAW masih hidup. Begitu banyak, masyarakat Maluku yang meyakini bahwa mereka juga keturunan Ahlulbait yang tidak lagi menggunakan tradisi marga dari Tanah Hijaz, tapi sudah beraviliasi dengan menggunakan marga-marga yang umum dikenal masyarakat lokal di Maluku, Beberapa Komunitas dan Marga di Maluku sangat meyakinkan bahwa mereka adalah keturunan langsung dari sang Jenderal budiman “Laksamana Chengho”. Sungguh merupakan suatu dasar dari segala dasar sehingga bisa terbentuknya Negara Kesatuan Indonesia. Bahwa tali-temali dan benang merah yang mengikat hati atau batin rakayat bengsa ini adalah karena jasa Para Aulia Ahlul bait itu yang melanjutkan kekuasaan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, menyebarkan Islam dengan sangat damai, mengikat hati umat, merajut kebersamaan Ikhwanul Muslimin sehingga Soekarno di zaman pergerakan dengan mudah untuk meyekinkan dan menggerakkan juataan rakayat di Nusantara untuk merdeka melepaskan diri penjajah yang tidak hanya mengeusai dan menghacurkan persoalan sosisl politik tatapi juga mengacam eksistensi agama yang sudah mayoritas diyakini rakyat di Nusantara yaitu Islam.
bagus nih infonya,
sip, sip
Ass.wr.wb,
InsyaAllah pak webmaster,bahwa seorang pembimbing akan datang dari timur khususnya Nusantara.
Saya juga merasa bangga mendengarkan berita ini karena saya sendiri memiliki keturunan ini.
Keturunan kakekku adalah orang arab dari aceh dan nama beliau Habib marga dari sayyid.
Dan saya yakin InsyaAllah, beliau akan memulaikan misinya di sumatra terlebih dahulu.
Amin.
Wassalam,Dono.
maha agungnya Allah..
JAWA adalah Islam…Sultan hamakubuono 9 pernah mengatakan bahwa..”wong jojo sing metu soko Islam wis ilang jawa ne.” artinya orang jawa yang murtad keluar dari Islam maka ia bukab lagi orang jawa.
islam is a CULT… a VERY DANGEROUS cult…