Sebaik-baik manusia…?
April 14, 2008 by easternearth
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lain.” (Al Hadits)
Dari sekian banyak nasehat Rasulullah SAW, mungkin ini adalah nasehat dari Baginda Rasulullah SAW yang paling banyak dikutip oleh banyak orang. Baik orang dewasa maupun anak kecil pasti pernah mendengar hadits dari Baginda ini. Kebanyakan kita menggunakan nasehat ini untuk memotivasi diri dan orang lain agar melakukan berbagai kebaikan untuk orang lain, menolong orang yang kesusahan dan menunaikan hajat orang lain. Kita pun termotivasi untuk tolong-menolong satu sama lain, bersedekah, bersikat ramah tamah, bertoleransi dan saling maaf memaafkan. Untuk memperkaya lagi khazanah samudera hati kita, marilah kita renungi apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh Baginda Rasulullah SAW dengan nasehatnya ini. Semoga kita dapat menjadi sebaik-baik manusia di muka bumi ini.
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lain. Tentu, kita akan bertanya-tanya, hal apakah yang paling bermanfaat untuk orang lain? Untuk menjawabnya tentu kita harus melihat apa yang telah dilakukan oleh manusia terbaik. Siapakah manusia terbaik di seluruh alam ini? Tidak lain tidak bukan, manusia terbaik adalah Sayidina Muhammad, Rasulullah SAW. Lalu, manfaat apakah yang telah beliau berikan kepada orang lain sehingga beliau betul-betul terbukti sebagai yang terbaik diantara yang terbaik? Apakah beliau banyak menolong fakir miskin dan anak yatim? Apakah beliau banyak bersedekah? Apakah beliau senantiasa bersikap ramah dan berkasih sayang dengan semua orang? Apakah beliau selalu ingin memaafkan orang-orang yang memusuhinya? Semua itu jawabannya: Ya.
Tapi benarkah hanya karena itu saja Rasulullah disebut sebaik-baik makhluk berdasarkan manfaat yang diberikannya kepada orang lain? Tentu tidak. Sesungguhnya manfaat terbesar yang diberikan Rasulullah kepada manusia bukanlah pemberian harta benda, pertolongan material, pembelaan dari musuh-musuh, meskipun Beliau telah memberikan semua itu secara luar biasa. Manfaat terbesar yang telah diberikan Rasulullah Saw kepada manusia adalah keselamatan di negeri akhirat yang kekal abadi. Rasulullah SAW telah memperkenalkan siapakah Tuhan yang sebenarnya sehingga manusia tidak lagi salah menyembah Tuhan. Rasulullah SAW telah memperkenalkan kehidupan akhirat yang sebenarnya, syurga yang sebenarnya, neraka yang sebenarnya, dan bagaimana cara memperoleh keselamatan di sana. Rasulullah telah memperkenalkan agama Islam, satu cara hidup yang selamat menyelamatkan, yang menjadikan setiap orang selalu merasa bahagia meskipun di dalam kesulitan hidup, kemiskinan, rasa sakit, perlakuan jahat orang lain, fitnah dan berbagai macam kesusahan lain. Rasulullah telah menyempurnakan akhlak yang mulia untuk menjadi contoh bagi seluruh manusia. Itulah manfaat terbesar yang Rasulullah SAW berikan kepada manusia lain, yang semua itu tidak terukur oleh harta benda dan materi. Dengan demikian, layaklah beliau menjadi yang terbaik di antara yang terbaik.
Akhirnya, jika kita ingin menjadi bagian dari orang-orang terbaik di muka bumi ini maka teladanilah Baginda Rasulullah SAW. Jadilah orang yang senantiasa menginginkan dan mengusahakan keselamatan akhirat untuk orang lain. Perkenalkanlah Tuhan yang sebenarnya dan ajaklah diri sendiri dan orang lain untuk mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang tidak diredhai-Nya. Selamatkanlah orang lain dari ancaman siksa neraka agar kita bersama-sama dapat masuk ke dalam syurga-Nya. Dan selanjutnya sempurnakan dengan memberikan juga manfaat dunia kepada orang lain yang memerlukannya, baik berupa pertolongan harta, material, tenaga, pikiran, waktu dan lain sebagainya. Semoga dengan semua itu, Allah memasukkan diri kita ke dalam golongan hamba-hamba terbaik-Nya.
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan akhirat) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS At Taubah: 128 )

Dalam menilai hadis pun kita cenderung duniawi, jika bicara manfaat bagi orang lain, cenderung manfaat duniawi. Memang perlu ada orang yang mengingatkan bahwa manfaat bagi manusia lain yang utama adalah keselamatan di akhirat, bukan hanya dunia.