<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Eastern Earth &#124;  مشارق الأرض</title>
	<atom:link href="http://easternearth.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://easternearth.wordpress.com</link>
	<description>"...in the Last Days, Islam will rise back from the East"</description>
	<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 10:14:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Sebaik-baik manusia&#8230;?</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2008/04/14/sebaik-baik-manusia/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2008/04/14/sebaik-baik-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 08:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lain.&#8221; (Al Hadits)
Dari sekian banyak nasehat Rasulullah SAW, mungkin ini adalah nasehat dari Baginda Rasulullah SAW yang paling banyak dikutip oleh banyak orang. Baik orang dewasa maupun anak kecil pasti pernah mendengar hadits dari Baginda ini. Kebanyakan kita menggunakan nasehat ini untuk memotivasi diri dan orang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-full wp-image-210" src="http://easternearth.files.wordpress.com/2008/04/perfect.jpg?w=190&h=235" alt="" width="190" height="235" /><span style="color:#800000;"><em>&#8220;Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lain.&#8221; (Al Hadits)</em></span></p>
<p>Dari sekian banyak nasehat Rasulullah SAW, mungkin ini adalah nasehat dari Baginda Rasulullah SAW yang paling banyak dikutip oleh banyak orang. Baik orang dewasa maupun anak kecil pasti pernah mendengar hadits dari Baginda ini. Kebanyakan kita menggunakan nasehat ini untuk memotivasi diri dan orang lain agar melakukan berbagai kebaikan untuk orang lain, menolong orang yang kesusahan dan menunaikan hajat orang lain. Kita pun termotivasi untuk tolong-menolong satu sama lain, bersedekah, bersikat ramah tamah, bertoleransi dan saling maaf memaafkan. Untuk memperkaya lagi khazanah samudera hati kita, marilah kita renungi apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh Baginda Rasulullah SAW dengan nasehatnya ini. Semoga kita dapat menjadi sebaik-baik manusia di muka bumi ini.</p>
<p><span id="more-208"></span>Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lain. Tentu, kita akan bertanya-tanya, hal apakah yang paling bermanfaat untuk orang lain? Untuk menjawabnya tentu kita harus melihat apa yang telah dilakukan oleh manusia terbaik. Siapakah manusia terbaik di seluruh alam ini? Tidak lain tidak bukan, manusia terbaik adalah Sayidina Muhammad, Rasulullah SAW. Lalu, manfaat apakah yang telah beliau berikan kepada orang lain sehingga beliau betul-betul terbukti sebagai yang terbaik diantara yang terbaik? Apakah beliau banyak menolong fakir miskin dan anak yatim? Apakah beliau banyak bersedekah? Apakah beliau senantiasa bersikap ramah dan berkasih sayang dengan semua orang? Apakah beliau selalu ingin memaafkan orang-orang yang memusuhinya? Semua itu jawabannya: Ya.</p>
<p>Tapi benarkah hanya karena itu saja Rasulullah disebut sebaik-baik makhluk berdasarkan manfaat yang diberikannya kepada orang lain? Tentu tidak. Sesungguhnya manfaat terbesar yang diberikan Rasulullah kepada manusia bukanlah pemberian harta benda, pertolongan material, pembelaan dari musuh-musuh, meskipun Beliau telah memberikan semua itu secara luar biasa. Manfaat terbesar yang telah diberikan Rasulullah Saw kepada manusia adalah keselamatan di negeri akhirat yang kekal abadi. Rasulullah SAW telah memperkenalkan siapakah Tuhan yang sebenarnya sehingga manusia tidak lagi salah menyembah Tuhan. Rasulullah SAW telah memperkenalkan kehidupan akhirat yang sebenarnya, syurga yang sebenarnya, neraka yang sebenarnya, dan bagaimana cara memperoleh keselamatan di sana. Rasulullah telah memperkenalkan agama Islam, satu cara hidup yang selamat menyelamatkan, yang menjadikan setiap orang selalu merasa bahagia meskipun di dalam kesulitan hidup, kemiskinan, rasa sakit, perlakuan jahat orang lain, fitnah dan berbagai macam kesusahan lain. Rasulullah telah menyempurnakan akhlak yang mulia untuk menjadi contoh bagi seluruh manusia. Itulah manfaat terbesar yang Rasulullah SAW berikan kepada manusia lain, yang semua itu tidak terukur oleh harta benda dan materi. Dengan demikian, layaklah beliau menjadi yang terbaik di antara yang terbaik.</p>
<p>Akhirnya, jika kita ingin menjadi bagian dari orang-orang terbaik di muka bumi ini maka teladanilah Baginda Rasulullah SAW. Jadilah orang yang senantiasa menginginkan dan mengusahakan keselamatan akhirat untuk orang lain. Perkenalkanlah Tuhan yang sebenarnya dan ajaklah diri sendiri dan orang lain untuk mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang tidak diredhai-Nya. Selamatkanlah orang lain dari ancaman siksa neraka agar kita bersama-sama dapat masuk ke dalam syurga-Nya.  Dan selanjutnya sempurnakan dengan memberikan juga manfaat dunia kepada orang lain yang memerlukannya, baik berupa pertolongan harta, material, tenaga, pikiran, waktu dan lain sebagainya. Semoga dengan semua itu, Allah memasukkan diri kita ke dalam golongan hamba-hamba terbaik-Nya.</p>
<p><span style="color:#800000;"><em>&#8220;Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa  olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan akhirat) bagimu,  amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.&#8221; (QS At Taubah: 128 )</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/208/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/208/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=208&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2008/04/14/sebaik-baik-manusia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2008/04/perfect.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Final Cure</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2008/04/03/mengenal-diri-melalui-rasa-hati/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2008/04/03/mengenal-diri-melalui-rasa-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 01:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/2008/04/03/mengenal-diri-melalui-rasa-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Saudara, sedang berlaku di hadapan mata kita kini penyakit-penyakit putus asa, kecewa, resah, gelisah, penderitaan jiwa, kacau balau fikiran, rasa rendah diri (inferiority complex), kesunyian jiwa, kekosongan hati, rasa kesendirian (loneliness), ketegangan perasaan dan berbagai macam bentuk penyakit jiwa. Dan sedang berleluasa juga di dalam masyarakat kita hari ini penyakit-penyakit hasad dengki (iri), bakhil, gila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2008/04/bacter.jpg" alt="bacter.jpg" align="right" />Saudara, sedang berlaku di hadapan mata kita kini penyakit-penyakit putus asa, kecewa, resah, gelisah, penderitaan jiwa, kacau balau fikiran, rasa rendah diri (<span style="font-style:italic;">inferiority complex</span>), kesunyian jiwa, kekosongan hati, rasa kesendirian (<span style="font-style:italic;">loneliness</span>), ketegangan perasaan dan berbagai macam bentuk penyakit jiwa. Dan sedang berleluasa juga di dalam masyarakat kita hari ini penyakit-penyakit hasad dengki (iri), bakhil, gila dunia, pendendam, emosional, jahat sangka, sombong, riak, ujub dan lain-lain.</p>
<p>Walaupun sakitnya tidak tampak oleh mata kita, namun siapa yang dapat menolak kenyataan ini? Jumlah orang-orang yang menderita sakit atau krisis jiwa di saat ini lebih banyak daripada jumlah penderita-penderita sakit fisik yang ada di rumah sakit- rumah sakit. Tetapi aneh, kepakaran dan keintelektualan tidak begitu serius dicurahkan untuk mengobati kepada penderita penyakit batin ini, sepertimana seriusnya mereka berusaha melakukan pengobatan terhadap tubuh fisik manusia.</p>
<p>Saudara, apakah mereka tidak sadar bahawa penderita sakit jantung, ginjal, kencing manis, kanker dan lain-lain itu tidak pernah bunuh diri dan membunuh orang lain? Tetapi penderita-penderita penyakit batin, krisis jiwa, kekosongan,  rendah diri, putus asa, hasad dengki, dendam, pemarah, buruk sangka dan lain-lain itu akan memungkinkan manusia membunuh dirinya sendiri atau membunuh orang lain? Demikianlah satu bukti bahawa penyakit-penyakit batin itu sebenarnya memerlukan perhatian dan rawatan yang lebih serius daripada rawatan kepada penyakit-penyakit lahir. Bukan saja kerana penyakit batin lebih menyiksa individu pesakit, tetapi ia juga memungkinkan terjadinya kekacauan dalam sesebuah masyarakat.</p>
<p>Telah datang Nabi Muhammad SAW ke tengah manusia. Baginda melihat kekusutan dan kemungkaran yang sedang meracuni  kehidupan masyarakatnya. Seorang diri baginda bangun dan bekerja untuk menyelamatkan manusia. Institusi pertama yang Baginda bangunkan ialah masjid, satu tempat di mana manusia membersihkan hatinya, melembutkan hatinya, menenangkan hatinya, melapangkan dadanya, membebaskan diri dari ikatan dunianya, dengan mengagungkankan Tuhannya melalui sembahyang dan ibadah-ibadah lain. Rasulullah memandang keselamatan manusia adalah pada keselamatan hatinya (ruhaninya) bukan jasad lahirnya. Oleh karena itu, itu baginda bekerja mengubah dan mengobati hati mereka dan Baginda berhasil dengan gemilang.</p>
<p>Kita kini sedang melihat kekusutan dalam masyarakat kita sama sebagaimana apa yang disaksikan oleh Baginda Rasulullah SAW lebih 1400 tahun dulu. Kalau baginda telah berhasil terhadap masyarakatnya, mengapa kita tidak mengikuti jejak langkahnya? Kita obati dulu mazmumah (sifat jahat) dan krisis jiwa kita dan masyarakat kita. Kita ketengahkan kepada masyarakat pengertian hidup yang hakiki yang dapat mengembalikan manusia pada fitrahnya. Kita contohkan satu formula yang menjamin kebahagiaan hati dan keselamatannya. Kita perjuangkan kehidupan yang semuanya membawa manusia kepada syurga dunia dan akhirat.</p>
<p>Saudara, mana ada selain Islam satu cara hidup yang dapat menjadikan kita terhibur dengan kemiskinan, kesunyian, kesakitan, kesendirian, kematian orang yang dikasihi, kegagalan dan dengan segala bentuk ujian? Mana ada selain Islam cara hidup yang mengikat hati antara suami dengan isteri, anak dengan ayah dan ibu, pengikut dengan pemimpin, pekerja dengan majikan? Mana ada selain Islam cara hidup yang mengajar kita berkasih-sayang, bertengang rasa, pemurah, berprasangka baik dan tolong menolong? Mana ada selain Islam cara hidup yang membangkitkan cinta agung manusia pada Penciptanya sehingga kerana itu manusia sanggup mengorbankan hidupnya untuk Tuhannya dan menanti kematian sebagai penantian seorang kekasih kepada pertemuan dengan kekasihnya?</p>
<p>Saudara, Islam mengajak kita menilik hati kita, mengenalinya dan mengobati sakitnya. Apabila hati sudah terobati, saudara akan temui hati-hati saudara penuh dengan cahaya kebahagiaan, ketenangan dan kelapangan. Dan itulah syurga sementara sebelum saudara bertemu Allah untuk menerima syurga yang kekal abadi.</p>
<p><i><font color="#800000">&#8220;Hari Qiamat yaitu hari (ketika manusia meninggalkan dunia ini) di mana harta dan anak tidak berguna lagi, kecuali mereka yang mengadap Allah membawa hati yang selamat (QS Asy Syuara’ 88-89)</font></i></p>
<p><font color="#800000">[Harmony Motivation Center: Mengenal Diri Melalui Rasa Hati]</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/205/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/205/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=205&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2008/04/03/mengenal-diri-melalui-rasa-hati/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2008/04/bacter.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bacter.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tingkatan Nafsu (I)</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/10/tingkatan-nafsu-i/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/10/tingkatan-nafsu-i/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 08:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/2007/12/10/tingkatan-nafsu-i/</guid>
		<description><![CDATA[Allah berfirman di dalam Al Quran:
“Beruntunglah orang yang membersihkan hatinya dan rugilah orang yang mengotorinya.” (QS Asy Syams 9-10)
Islam menganggap nafsu itu sebagai musuh manusia. Allah SWT telah menegaskan:
“Sesungguhnya nafsu itu sangat mengajak kepada kejahatan.” (QS Yusuf 53)
Dalam ayat ini digunakan tiga bentuk ketegasan, yakni in–taukik, lam–taukik dan isim fiil mubalaghah. Gaya bahasa ini menunjukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/peringkat_nafsu.jpg" alt="peringkat_nafsu.jpg" align="left" hspace="13" />Allah berfirman di dalam Al Quran:</p>
<p><font color="#800000"><em>“Beruntunglah orang yang membersihkan hatinya dan rugilah orang yang mengotorinya.” (QS Asy Syams 9-10)</em></font></p>
<p>Islam menganggap nafsu itu sebagai musuh manusia. Allah SWT telah menegaskan:</p>
<p><em><font color="#800000">“Sesungguhnya nafsu itu sangat mengajak kepada kejahatan.” (QS Yusuf 53)</font></em></p>
<p>Dalam ayat ini digunakan tiga bentuk ketegasan, yakni <em>in–taukik</em>, <em>lam–taukik</em> dan <em>isim fiil mubalaghah</em>. Gaya bahasa ini menunjukkan bentuk penekanan yang sungguh-sungguh bahwa nafsu akan membawa kepada kejahatan.</p>
<p>Nafsu adalah musuh di dalam diri manusia. Sedangkan nafsu adalah sebagian dari diri manusia. Nafsu adalah <em>jismul latif</em> (tubuh halus yang tidak dapat dilihat). Kejahatan nafsu harus dibuang dari diri manusia. Jika tidak dibuang maka nafsu akan menjadi musuh. Tapi walaupun kita ingin membuangnya, nafsu tetap merupakan sebagian daripada diri. Oleh karena itu, melawan hawa nafsu adalah hal yang sangat sulit.</p>
<p><span id="more-193"></span>Nafsu adalah jalan raya (<em>highway</em>) bagi syaitan. Ini diterangkan oleh hadis Rasulullah SAW yang maksudnya :</p>
<p><em><font color="#800000">“Sesungguhnya syaitan itu bergerak mengikuti aliran darah, maka persempitlah jalan syaitan dengan lapar dan dahaga.” (Riwayat Ahmad)<br />
</font></em></p>
<p>Ini menunjukkan syaitan dapat dilawan dengan melawan hawa nafsu secara mengurangi makan atau berpuasa. Jika nafsu tidak terdidik, jalan syaitan adalah besar. Sedangkan syaitan itu juga adalah musuh. Firman Allah yang maksudnya :</p>
<p><em><font color="#800000">“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata.” (QS Al Baqarah 16 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </font></em></p>
<p>Ayat yang menerangkan tentang nafsu sebagai musuh memiliki tiga gaya bahasa penegasan. Sedangkan ayat yang menerangkan tentang syaitan hanya memiliki satu gaya bahasa penegasan. Hal  ini menunjukkan bahwa nafsu lebih jahat daripada syaitan. Syaitan akan mendapat jalan atau peluang yang sangat besar untuk merusak manusia jika nafsu tidak terdidik.</p>
<p>Menghalau atau mengalahkan syaitan tidak bisa dilakukan dengan dijampi atau dibacakan ayat-ayat Quran. Cara melawan syaitan adalah dengan mendidik hawa nafsu. Jika nafsu terdidik niscaya syaitan akan kesulitan untuk mempengaruhi diri. Jika nafsu terdidik, jalan syaitan akan terputus. Yang bisa dilawan dengan dibacakan dengan ayat-ayat Quran adalah apabila syaitan merusak jasad lahir manusia. Jika hal ini terjadi, syaitan dapat dilawan dengan dibacakan Ayat Kursi, Surat An Naas dan lain-lain. Demikianlah menurut dalil atau nashnya. Tetapi jika syaitan menggoda dan merusak hati, bacaan-bacaan itu tidak dapat digunakan lagi. Jika hati rusak, rusaklah seluruh anggota badan. Oleh karena itu, kita tidak perlu merisaukan tentang syaitan tetapi didiklah nafsu dan bermujahadahlah. Jika nafsu tidak terdidik maka menjadi mudah bagi syaitan untuk mempengaruhi kita. Oleh karena itu perangilah nafsu, niscaya serangan syaitan akan tertahan.</p>
<p>Nafsu diperlukan untuk manusia. Namun berhati-hatilah. Karena nafsu, manusia boleh jadi akan kecewa, celaka dan masuk Neraka. Tapi nafsu juga bisa menjadi alat untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia sebelum sampai ke Akhirat.</p>
<p>Ketika Allah menciptakan akal, Allah bertanya kepada akal, “Siapakah kamu, siapakah Aku ?” Jawab akal, “Saya hamba, Engkau Tuhan.” Kemudian Allah memerintahkankan akal agar maju ke depan dan mundur ke belakang. Akal mematuhi perintah Allah. Hal ini menunjukkan bahwa akal begitu taat kepada Allah.</p>
<p>Kemudian Allah menciptakan nafsu. Ketika Allah bertanya kepada nafsu, “Hai nafsu, siapa engkau, siapa Aku ?” Nafsu menjawab dengan sikap membantah, “Engkau Engkau, aku aku.” Karena itulah Allah murka kepada dan kemudian Allah memberikan didikan kepada nafsu agar insaf. Allah memasukkan nafsu ke Neraka selama 100 tahun, ia dipukul dan dibakar hingga hangus menjadi arang. Kemudian setelah nafsu dikeluarkan dari neraka, Allah bertanya lagi kepadanya, “Siapa engkau, siapa Aku?” Setelah semua itu, barulah nafsu mengenal Tuhannya, ia menjawab, “Engkau Tuhan, aku hamba”</p>
<p>Ketika Allah menciptakan Nabi Adam as, Allah memasukkan akal dan nafsu ke dalam dirinya. Ketika Nabi Adam datang ke bumi, keturunan manusia bertambah banyak. Maka peranan nafsu dan akal tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kemungkaran yang terjadi di atas muka bumi ini adalah dari nafsu, bukan dari akal.</p>
<p>Karena akal dan nafsu ada dalam diri manusia, maka terjadilah pertentangan antara satu sama lain. Peperangan nafsu dan akal tidak pernah ada henti-hentinya. Kadang-kadang nafsu yang menang, kadang-kadang akal menang. Buktinya, jika kita berhadapan dengan perbuatan yang baik, maka nafsu akan menolaknya dan mengajak kepada kejahatan sedangkan akal mengajak kepada kebaikan. Kalau kita mengikuti nafsu, artinya kita kalah. Sebaliknya, jika kita mengikuti akal maka kita menang.</p>
<p>Namun bagaimanapun nafsu tetap diperlukan oleh manusia. Bila nafsu musnah, manusia juga akan musnah. Sebagai contoh adalah nafsu makan. Nafsu makan tidak akan hilang karena merupakan fitrah alami manusia. Jika nafsu makan tidak ada, manusia akan mati. Begitu juga dengan nafsu terhadap lawan jenis. Jika nafsu ini tidak ada, maka manusia tidak akan berketurunan. Pernah seorang sahabat datang kepada Rasulullah dan memberitahukan bahwa ia ingin membunuh nafsunya agar ia dapat bersungguh-sungguh berjuang. Tetapi Rasulullah melarang karena Rasulullah sendiri juga berumah tangga dan beliau menyukai jika umatnya mempunyai keturunan yang banyak. Pernah juga ada seorang sahabat yang mengatakan kepada Rasulullah bahwa ia ingin berpuasa terus menerus agar dapat lebih berbakti kepada Allah. Rasulullah juga melarangnya karena Baginda sendiri juga berpuasa dan jberbuka. Rasulullah juga tetap bermasyarakat dan berjuang untuk menegakkan kehidupan di dunia dan dan Akhirat. Jadi, Rasulullah memberi jalan tengah. Nafsu ini tetap diperlukan untuk manusia. Akan tetapi, jangan sampai salah langkah sehingga membawa kita ke Neraka. Rasulullah bersabda tentang nafsu ini,</p>
<p><font color="#800000"><em>“Ada dua lubang yang dapat menyebabkan seseorang masuk ke Neraka, yaitu lubang faraj dan lubang mulut.&#8221; (Riwayat Tirmidzi)</em></font></p>
<p>Nafsu juga dapat kita jadikan kuda untuk ke Syurga. Sebagian orang jika mendengar kata nafsu, hanya terbayang hal-hal yang jahat saja. Sedangkan nafsu itu adakalanya jahat, adakalanya baik. Nafsu akan menjadi baik jika dilatih. Imam Al Ghazali mengibaratkan nafsu itu sebagai anjing, jika dilatih akan menjadi baik.</p>
<p><a href="http://easternearth.wordpress.com/2007/12/10/tingkatan-nafsu-ii/"><font color="#800000">Selanjutnya &gt;&gt; Tingkatan Nafsu (II) &gt;&gt; </font></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/193/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/193/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=193&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/10/tingkatan-nafsu-i/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/peringkat_nafsu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peringkat_nafsu.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tingkatan Nafsu (II)</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/10/tingkatan-nafsu-ii/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/10/tingkatan-nafsu-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 07:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/2007/12/10/tingkatan-nafsu-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Para ulama telah membagi nafsu menjadi 7 peringkat :

Nafsu Ammarah
Lawwamah
Mulhamah
Muthmainnah
Radhiah
Mardhiah
Kamilah

1. Nafsu Ammarah
Allah berfirman dalam Al Qur’an, maksudnya :
“Sesungguhnya nafsu itu senantiasa mengajak kepada kejahatan.” (QS Yusuf 53)
Ayat tersebut berkaitan dengan peristiwa Nabi Yusuf dan isteri perdana menteri Mesir. Barang siapa yang memiliki nafsu ammarah, maka ia tidak lagi dapat menahan diri untuk menjaga kehormatan dirinya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Para ulama telah membagi nafsu menjadi 7 peringkat :</p>
<ul>
<li>Nafsu Ammarah</li>
<li>Lawwamah</li>
<li>Mulhamah</li>
<li>Muthmainnah</li>
<li>Radhiah</li>
<li>Mardhiah</li>
<li>Kamilah</li>
</ul>
<p><b>1. Nafsu Ammarah</b></p>
<p>Allah berfirman dalam Al Qur’an, maksudnya :</p>
<p><i><font color="#800000">“Sesungguhnya nafsu itu senantiasa mengajak kepada kejahatan.” (QS Yusuf 53)</font></i></p>
<p>Ayat tersebut berkaitan dengan peristiwa Nabi Yusuf dan isteri perdana menteri Mesir. Barang siapa yang memiliki nafsu ammarah, maka ia tidak lagi dapat menahan diri untuk menjaga kehormatan dirinya. Bahkan seseorang yang terkenal sekalipun akan jatuh dan terhina jika menuruti nafsu ammarah. Orang yang memiliki nafsu ammarah, tidak mampu lagi menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan maksiat. Karena inilah sehingga seseorang yang tidak pernah kita sangka akan melakukan maksiat, tiba-tiba minum arak, punya wanita simpanan, melakukan korupsi dan sebagainya. Hal ini adalah karena nafsu ammarah yang ada di dalam diri.</p>
<p>Nafsu ammarah inilah yang mendorong manusia melakukan kejahatan. Jika berhasil melakukan perbuatan maksiat, barulah terasa puas. Bahkan akhirnya manusia berlomba-lomba dalam perbuatan maksiat. Seseorang yang berada di peringkat nafsu ammarah tidak peduli dengan Akhirat. Ia mudah merasa kecewa tidak tahan dengan ujian. Kadang Allah memanjangkan umurnya agar puas dengan maksiat dan akhirnya dilemparkan ke dalam api Neraka. Orang yang mempunyai nafsu ammarah adalah ahli Neraka. Walaupun ada juga yang mencoba berpura-pura menjadi baik tapi kebaikan itu bertujuan untuk memudahkannya melakukan kejahatan dan mencari keuntungan pribadi.<br />
<b><br />
2. Nafsu Lawwamah</b></p>
<p>Seseorang yang sudah memiliki kesadaran dan keinsafan akan menyadari bahwa kejahatan itu dosa dan kebaikan itu pahala. Ia ingin berbuat kebaikan tetapi tidak tahan lama. Ketika jatuh dalam kejahatan, ia merasa resah tak tentu arah. Walaupun merasa puas dengan kejahatan tapi hati menderita karena perbuatan itu. Meskipun begitu, terasa sangat berat untuk keluar dari kejahatan.</p>
<p>Terjadi perebutan pengaruh antara nafsu dan akal di dalam dirinya. Nafsu mengajak kepada kejahatan sedangkan akal mengajak kepada kebaikan. Orang yang memiliki nafsu lawwamah belum dapat membuat keputusan untuk berbuat baik baik. Ia seperti daun yang tertiup angin, terbawa ke mana arah saja angin bertiup. Ia belum ada kekuatan untuk meninggalkan maksiat. Setelah berbuat kebaikan, ia masih melakukan berbuat kejahatan. Kadang-kadang ke tempat ibadah, kadang-kadang ke tempat maksiat. Hatinya selalu merintih kepada Allah ketika tidak dapat melawan nafsu sehingga melakukan maksiat dan tidak dapat istiqamah dalam berbuat kebaikan.</p>
<p><span id="more-202"></span><b>3. Nafsu Mulhamah </b></p>
<p><i><font color="#800000">“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu, jalan kejahatan dan ketaqwaan.” (QS Asy-Syams 8 )</font></i></p>
<p>Bagaimanakah rasa hati orang yang memiliki nafsu mulhamah ini? Seseorang yang berada di peringkat ini masih merasa berat ketika akan berbuat amal kebaikan. Jadi ia melakukan amal kebaikan dalam keadaan bermujahadah. Ia sanggup bermujahadah karena sudah mulai dapat merasa takut akan kemurkaan Allah dan neraka. Ketika berhadapan dengan hal-hal maksiat, sebenarnya sebagian dirinya masih rindu dengan hal-hal itu. Tetapi hatinya dapat melawan keinginan-keinginan itu dengan mengingat-ingat nikmat di Syurga.<br />
Seseorang yang memiliki nafsu mulhamah, di dalam hatinya masih banyak mazmumah atau sifat-sifat buruk. Tapi ia sudah dapat mengenali penyakit-penyakit hati yang ada dalam dirinya, hanya saja belum sanggup melawannya. Ia mencoba beribadah dengan sabar.</p>
<p>Apa arti sabar? Sabar adalah menahan perasaan tidak setuju di dalam hati untuk melahirkan rasa setuju. Orang yang memiliki nafsu mulhamah, jika mendapat pujian pasti masih merasa puas, senang dan berbangga. Ibadah yang dilakukan masih belum khusyuk. Bagaimanakah cara untuk melawan penyakit hati yang ada dalam diri orang yang berada di peringkat nafsu mulhamah ini? Karena penyakit-penyakit hati itu didorong oleh nafsu dan syaitan, maka untuk mengelak dari godaan syaitan dan nafsu ada baiknya mengamalkan zikir-zikir dan wirid-wirid tertentu. Syaitan dan nafsu hanya takut pada tuannya saja yaitu Allah. Bila kita berwirid dan berzikir, seolah-olah kita menunjukkan kepada nafsu dan syaitan bahwa Allah sedang melihat kita.</p>
<p>Amal kebajikan yang dilakukan karena Allah, bukan karena manusia, insya Allah amal kebaikan itu akan istiqomah. Jika amal kebaikan dilakukan karena orang lain atau karena guru kita misalnya, hal itu tidak akan tahan lama. Kita hanya akan melakukannya ketika ada orang lain atau ketika ada guru saja. Di belakang mereka boleh jadi kita akan berbuat maksiat. Jadi setiap kebajikan harus dilakukan karena Allah.</p>
<p>Orang yang berada di peringkat nafsu ini perlu dipimpin oleh guru mursyid yang betul-betul dapat mengenal jiwa muridnya dan dapat mengasuh murid-muridnya. Jika penyakit-penyakit hati itu sudah tidak ada lagi, maka sesorang itu akan akan merasakan suatu kemanisan baru dalam hatinya dan akan merasa benci dengan kejahatan. Di waktu itulah ia akan meningkat ke peringkat nafsu yang lebih baik lagi yaitu nafsu Muthmainnah.</p>
<p><b>4. Nafsu Muthmainnah</b></p>
<p>Terhadap orang yang memiliki nafsu muthmainnah, Allah berfirman dalam Al Qur’an:</p>
<p><i><font color="#800000">“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhai, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku” (QS Al Fajr 27-30)</font></i></p>
<p>Hamba Tuhan yang sebenar-benarnya adalah mereka yang telah sampai ke peringkat nafsu Muthmainnah. Sebelum itu hamba juga, tetapi hamba yang didasarkan kepada dia buat atau dipaksa, bukan atas dasar keredhaan. Orang yang sudah sampai kepada nafsu ini, dia sudah dijamin Syurga.</p>
<p>Bagaimanakah sifat orang-orang yang memiliki nafsu Muthmainnah? Seseorang yang telah berada di peringkat ini, ketika ia dapat melakukan amal kebaikan maka hatinya akan terasa sejuk. Hatinya tenang dan puas. Ia selalu merasa rindu untuk berbuat kebaikan dan senantiasa menunggu datangnya waktu untuk beribadah kepada Allah. Mereka ini disebut sebagai penggembala matahari karena senantiasa menunggu waktu sholat. Hatinya senantiasa merasa rindu dengan Allah. Jika membaca ayat-ayat Allah yang bekaitan dengan Neraka, mereka merasa takut dan cemas. Bahkan ada yang sampai pingsan dan mati. Mereka merasa takut dengan dosa-dosanya, seolah-olah dosa-dosa itu bagaikan gunung akan menimpa kepalanya. Jika berkorban, mereka sanggup berhabis-habisan, barulah terasa puas hatinya. Senantiasa merasa cemas dengan maksiat dan berusaha mencegahnya sekuat tenaga. Doanya mustajab, dengan segera dikabulkan Allah. Rezekinya dijamin oleh Allah. Mereka senantiasa sabar dengan ujian dari Allah dan rasa sabar itu kemudian meningkat menjadi redha kepada Allah. Dengan kesabaran dan keredhaan dalam hati mereka itu maka mereka akan meningkat kepada peringkat nafsu yang kelima yaitu nafsu Radhiah.</p>
<p><b>5. Nafsu Radhiah</b></p>
<p>Sifatnya:</p>
<p>Walau hanya terhadap larangan yang kecil, mereka akan meninggalkan perkara yang dilarang itu dengan sungguh-sungguh. Terhadap perkara yang makruh, mereka menganggapnya seolah-olah itu perkara yang haram. Sedangkan terhdap perkara yang sunat, dianggap seolah-olah perkara yang wajib. Kalau tidak melaksanakan hal yang sunat seolah-olah berdosa. Kita dapat mempelajari kisah-kisah mereka. Kadang-kadang jika mereka mendapat musibah seperti kematian anggota keluarganya, mereka berkata “Alhamdulillah”. Dalam sejarah terdapat kisah seorang seorang ibu yang anak-anaknya pergi berperang fi sabilillah. Ketika ada orang yang membawa berita bahwa anaknya telah gugur, ibu itu merasa gembira. Orang-orang yang semacam ini ini sudah mampu menjauhkan diri dari bahkan dari perkara yang syubhat. Apabila diseru kepada perjuangan di jalan Allah, mereka menyambutnya bagaikan menyambut hari raya. Kalau kita perhatikan, takbir hari raya itu adalah takbir yang dikumandangkan para sahabat setalah memeproleh kemenangan pada perang Khandak.</p>
<p>Sebagian dari mereka jika dilarang ke medan perjuangan mereka menangis. Di dalam Al Qur’an mereka disebut dengan “asnabul buka” sebanyak 18 orang. Ketika Rasulullah tidak memiliki cukup kendaraan untuk membawa mereka dalam peperangan Tabuk, mereka menangis siang dan malam. Mereka mengadu kepada Allah, apakah dosa mereka sehingga tidak dipilih ke medan perang. Sampai akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Rasulullah bahwa mereka menangis sepanjang malam karena menyangka mereka berdosa. Mereka begitu cinta dengan mati syahid. Mereka redha terhadap apa yang Tuhan redhai.</p>
<p>Dalam beribadah kepada Allah, mereka bukan sekedar merasakan kelezatan dalam berdoa atau membaca Al Quran, bahkan mereka juga merasakan kelezatan dalam beramal kebaikan. Akhlak mereka terpuji dan mulia di sisi Allah Mereka sanggup memberi maaf kepada orang lain bahkan ketika mereka memliki kekuasaan. Pernah seorang sahabat Rasulullah mengalamu sebuah peristiwa. Sahabat ini yang memiliki hamba sahaya. Suatu hari hamba sahaya itu membawa sebuah wadah yang berisi daging kambing. Tiba-tiba pisau yang berada di atas wadah itu terjatuh dan menimpa kepala anak sahabat tersebut yang sedang merangkak di bawah. Anak itu kemudian meninggal seketika. Karena kejadian itu, hamba sahaya itu ketakutan. Maka, sahabat tadi berkata kepadanya, “Tenanglah kamu. Anak itu milik Allah dan kini Allah telah mengambilnya kembali. Pada hari ini aku memerdekakan kamu.”</p>
<p>Tidak ada seorangpun yang mampu melakukan hal yang demikian kecuali mereka yang memiliki nafsu Radhiah. Mereka akan merasa menderita apabila ada sahabatnya yang terjerumus dalam maksiat. Mereka akan mendoakan sahabat-sahabatnya secara khusus di malam hari agar diselamatkan dari perbuatan maksiat. Mereka juga banyak mendapat pertolongan dari Allah, di antaranya Allah memberikankan firasat yang tajam. Mereka dapat dengan mudah mengenali mana orang yang berbuat maksiat dan mana yang tidak tidak. Mereka dapat dengan mudah memimpin masyarakat karena mereka mengenal sifat-sifat hati manusia. Mereka dapat memberi nasehat-nasehat tepat kepada orang-orang yang mereka didik. Apabila mereka diusir dari masyarakat, maka tunggulah datanganya bala bencana dari Allah. Mereka juga dianugerahi oleh Allah dengan berbagai karamah. Begitu juga dengan kata-kata mereka. Lidahnya masin, apa yang disebut insya Allah akan terjadi.</p>
<p><b>6. Nafsu Mardhiah</b></p>
<p>Inilah peringkat nafsu kekasih-keasih Allah atau wali-wali besar. Merka redha kepada Allah dan Allah pun redha kepada mereka.</p>
<p><b>7. Nafsu Kamilah</b></p>
<p>Peringkat Nafsu Kamilah adalah peringkat nafsu yang sempurna. Inilah kesempurnaan yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul.</p>
<p>Setelah kita mengetahui di peringkat manakah nafsu kita, marilah kita berupaya meningkatkannya untuk mencapai hati yang selamat dan sejahtera untuk kembali kepada Allah SWT.</p>
<p><a href="http://www.rufaqa-indonesia.com/kuliah/motivasi-kesadaran-islam/" target="_blank"><font color="#800000">[ Motivasi Kesadaran Islam - Harmony Motivation Center ]</font></a><a href="http://www.rufaqa-indonesia.com/kuliah/motivasi-kesadaran-islam/"><font color="#800000"> </font></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/202/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/202/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=202&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/10/tingkatan-nafsu-ii/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Laksana Sebatang Pohon (I)</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-i/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 10:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-i/</guid>
		<description><![CDATA[Agama Islam yang kita akui dan yang kita warisi itu sebenarnya cantik dan indah. Kedatangan Rasulullah SAW adalah rahmatan lil alamin karena membawa peraturan hidup yang disebut agama Islam (Ad Din Al Islam). Jika agama Islam ini benar-benar dipahami, diamalkan dan diperjuangkan di semua bidang dan aspek secara utuh, bukan hanya di aspek-aspek tertentu, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/pohon.jpg" alt="pohon.jpg" align="left" hspace="13" />Agama Islam yang kita akui dan yang kita warisi itu sebenarnya cantik dan indah. Kedatangan Rasulullah SAW adalah <em>rahmatan lil alamin</em> karena membawa peraturan hidup yang disebut agama Islam (<em>Ad Din Al Islam</em>). Jika agama Islam ini benar-benar dipahami, diamalkan dan diperjuangkan di semua bidang dan aspek secara utuh, bukan hanya di aspek-aspek tertentu, maka sudah tentu agama Islam akan menjadikan manusia berkasih sayang, menghubungkan silaturahim, menumbuhkan ukhuwah, menjadikan anak-anak taat kepada orang tua, ayah ibu senantiasa memberi kasih sayang kepada anak-anak, isteri senantiasa patuh kepada suami setelah taat kepada Allah dan Rasul, suami senantiasa bersimpati kepada isterinya. Seorang pemimpin akan menjadi payung bagi seluruh masyarakat, menjalankan keadilan terhadap seluruh rakyat. Ulama akan menjadi obor, penasehat kepada seluruh peringkat masyarakat. Orang kaya akan terdorong menjadi bank, sehingga tidak perlu lagi mendirikan bank Islam. Selain itu, Islam juga akan mendorong peniaga bertindak jujur dalam perniagaan, orang miskin redha dalam kemiskinan atau setidaknya sanggup bersabar. Masyarakat bersih dari maksiat, krisis, kejahatan, perkelahian dan peperangan. Akhirnya manusia akan hidup harmoni, bersatu padu, aman, damai, selamat dan bahagia. Itulah yang disebut sebagai <em>Al Jannatul Ajilah </em>atau Syurga yang disegerakan di dunia. Syurga sementara sebelum di akhirat nanti akan dihadiahkan Syurga Allah yang sebenarnya kepada mereka yang berhasil mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan itu.</p>
<p>Namun sunggung malang, di dalam pengalaman hidup kita selama ini, kita belum dapat merasakan Islam itu cantik dan indah. Kita belum dapat merasakan ketenangan Islam, kebahagiaan Islam, kedamaian Islam. Kita belum dapat menyaksikan suatu masyarakat yang bersih dari kemungkaran, kejahatan dan bersih dari segala bentuk krisis. Kita belum dapat merasakan kecantikan dan keindahan agama Islam. Mengapa? Karena sudah ratusan tahun lamanya, setidaknya sejak 700 tahun yang lalu, sesudah jatuhnya kerajaan Islam di Timur Tengah, sejak itulah umat Islam seluruh dunia tidak lagi mempelajari, memahami dan seterusnya memperjuangkan Islam secara utuh, secara keseluruhan dan dalam cakupan yang luas. Yang kita pahami hanya dalam aspek-aspek tertentu dan terbatas bada bagian-bagian tertentu.</p>
<p><span id="more-188"></span>Sebagaimana yang diminta oleh Allah, kita diminta untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan. Agar mudah dipahami, dapat kita membuat sebuah perbandingan. Agama Islam yang begitu cantik dan indah adalah laksana sebuah istana dan mahligai yang cantik dan indah. Tetapi kita tidak akan dapat merasakan kecantikan dan keindahannya, terlebih lagi tidak akan dapat merasakan keselamatan dan kebahagiaan di dalamnya, kalau kita hanya mendengarkan cerita istana itu dari mulut orang lain atau kita hanya melihat istana itu dari jarak yang jauh dalam suasana yang samar-samar. Mungkin yang kita lihat dari jauh itu hanya atapnya saja. Mungkin yang kita lihat itu hanya sebagian dinding istana atau beberapa buah pohon yang berada di halaman istana. Mungkin yang kita lihat hanya sebagian dari pagar istana. Dan yang paling malang adalah kalau yang kita lihat dari jauh itu ternyata saluran pembuangan istana. Orang yang pernah melihat istana dari dekat, atau bahkan sudah pernah masuk ke dalam kawasan istana itu akan berkata istana itu indah dan cantik, bahkan ia merasakan keselamatan di dalam istana itu. Sedangkan orang yang melihat dari jauh atau bahkan hanya melihat saluran pembuangannya saja pasti akan menyangkal dan menolak pendapat yang mengatakan istana itu indah dan cantik.</p>
<p>Demikianlah, jika kita ingin melihat keindahan dan kecantikan istana itu, terlebih lagi jika kita ingin merasakan ketenangan dan kedamaian istana itu, sudah tentu kita harus melihatnya dari dekat, kemudian masuk ke dalam istana itu agar dapat melihat bagian luar dan dalamnya. Jangan sampai ada yang tidak kita lihat. Pada waktu itulah kita akan mengagumi istana itu, bahkan dapat ikut merasakan keamanan dan selamatan berada di dalamnya. Kita akan bertahan dan tidak ingin pergi dari istana itu. Karena keindahannya, kita menjadi lupa segala-galanya.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/alhambra.jpg" alt="alhambra.jpg" /></p>
<p>Begitulah jika kita ingin merasakan bahwa agama Islam itu sesungguhnya cantik dan indah. Bahkan kita akan merasakan keamanan dan kedamaian di dunia ini. Maka, hendaklah agama Islam itu kita pelajari, kita pahami dan kita amalkan. Kemudian kita perjuangkan ajaran Islam itu secara keseluruhan dalam cakupan yang luas, bukan hanya di aspek-aspek tertentu atau pada bagian-bagian tertentu saja seperti yang selama ini telah kita lakukan sepanjang 700 tahun lamanya.</p>
<p>Jika demikian, selanjutnya akan digambarkan secara ilmiah bagaimana bentuk ajaran Islam yang sempurna, lengkap, menyeluruh dan utuh, sehingga kita dapat melihat bagaimana kerangka atau struktur agama Islam itu secara keseluruhan. Sebenarnya untuk dapat mempelajari Islam secara ilmiah, orang-orang di zaman dahulu mempelajari Islam sekurang-kurangnya 10 tahun, bahkan ada yang selama 20-30 tahun mempelajari Islam. Tapi di sini akan diketengahkan jalan yang kedua, secara singkat, dengan membuat perbandingan. Kita akan coba menggambarkan agama Islam menggunakan perbandingan yang berasal dari Allah. Di dalam Al Quran, Allah memperbandingkan ajaran Islam yang sempurna itu dengan sebatang pohon yang lengkap.</p>
<p><em><font color="#800000">&#8220;Apakah engkau tidak melihat bagaimana Allah telah memperbandingkan Kalimah Tayyibah dengan sebatang pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit? Pohon itu memberikan buahnya setiap musim dengan izin Allah. Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.&#8221; (QS Ibrahim 24-25)</font></em></p>
<p>Titik tolaknya berawal dari ucapan Kalimah Tayyibah atau dua kalimat syahadat. Jika ada seorang pakar yang mampu menguraikan Kalimat Tayyibah, maka akan keluar isi kandungan Al Qur’an dan Sunnah dari Kalimah Tayyibah tersebut. Oleh karena itu, siapa yang masuk Islam dengan melalui gerbang Kalimah Tayyibah, secara otomatis dia menyatakan diri akan menegakkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Barang siapa yang mengucapkan &#8220;<em>lailahaillallah</em>&#8220;, ia akan masuk Syurga. Tapi tentu bukan  sekedar ucapan di lisan. Artinya, di samping mengucapkan &#8220;<em>laillahaillallah</em>&#8220;, juga dapat memahami kehendaknya, mengamalkan dan juga memperjuangkan kehendaknya. Kalau hanya sekedar ucapan, tentu terlalu mudah.</p>
<p>Jadi, Allah telah menggambarkan ajaran Islam yang utuh itu laksana sebatang pohon yang rindang yang akar tunjangnya benar-benar menghujam bumi dan pucuknya menjangkau langit, menjadikan pohon itu setiap saat berbuah dengan izin Allah SWT.</p>
<p><a href="http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-ii/"><font color="#800000">Selanjutnya &gt;&gt;  Islam Laksana Sebatang Pohon (II) &gt;&gt;</font></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/188/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/188/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=188&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-i/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/pohon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pohon.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/alhambra.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alhambra.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Laksana Sebatang Pohon (II)</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-ii/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 10:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita membuat kajian tentang pohon yang sempurna dan rindang untuk membantu kita memahami ajaran Islam yang utuh secara ringkas. Pohon apapun kalau akarnya benar-benar menghujam bumi maka pohon itu menjadi gagah, kuat, teguh. Ketika datang angin kencang, pohon itu tidak akan jatuh, tidak akan tumbang. Kalaupun ada yang jatuh, hanya daun-daun kering dan ranting-ranting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/pohonbesar.jpg" alt="pohonbesar.jpg" align="left" hspace="13" />Mari kita membuat kajian tentang pohon yang sempurna dan rindang untuk membantu kita memahami ajaran Islam yang utuh secara ringkas. Pohon apapun kalau akarnya benar-benar menghujam bumi maka pohon itu menjadi gagah, kuat, teguh. Ketika datang angin kencang, pohon itu tidak akan jatuh, tidak akan tumbang. Kalaupun ada yang jatuh, hanya daun-daun kering dan ranting-ranting tua. Begitulah satu isyarat Allah kepada kita bahwa orang yang benar-benar beriman dan berjiwa tauhid dapat merasakan iman dan Islam sampai ke peringkat hati. Mungkin kita sering mendengar ceramah-ceramah atau melalui berita di surat kabar, seruan untuk menegakkan pemikiran yang Islami. Tapi sebenarnya itu saja tidak cukup. Di peringkat awal mungkin pemikiran Islam dapat ditumbuhkan melalui bacaan dan pelajaran tapi pada peringkat selanjutnya seseorang  itu harus dididik sehingga dapat berjiwa Islam.</p>
<p>Seorang yang berjiwa Islam tak perlu terlalu banyak ilmunya. Walaupun sederhana ilmunya tapi sampai peringkat berjiwa Islam, imannya kuat, teguh, samapi dapat merasakan takut dengan Allah, gentar dengan Allah, cinta dengan Allah. Yang merasakan adalah hati, bukan akal. Jadi orang yang benar-benar berjiwa Islam, tauhidnya benar-benar tertanam di dalam hati. Orang yang imannya begitu teguh, jika diuji dengan berbagai-bagai ujian, baik diuji dengan nikmat maupun diuji dengan siksaan, imannya tidak akan tumbang, Islamnya tidak akan jatuh, akhlaknya tidak akan runtuh. Walaupun dunia diserahkan kepadanya, diberi pangkat yang tinggi, mobil yang mewah, rumah yang besar, tetap imannya tidak akan tumbang. Bahkan semakin bersyukur dan semakin halus akhlaknya. Sebaliknya, jika diuji dengan penderitaan, walaupun miskin harta sekalipun, tetapi makin kuat imannya, amalan Islamnya tidak akan ditinggalkan, budi pekertinya bertambah halus, akhlaknya bertambah kuat. Tetapi jika iman belum tertanam di dalam hati, baru sekedar berpikiran Islam, jika diuji dengan sedikit ujian, Islamnya akan runtuh dan imannya roboh. Sedikit sakit, sudah tidak shalat atau kalaupun shalat sudah tidak khusyuk.</p>
<p><span id="more-190"></span>Pohon yang sempurna, kalau dapat dipahami, akan membantu kita memahami Islam secara lengkap. Pohon yang lengkap yang rindang, yang sempurna, terdiri dari :</p>
<ul>
<li>Akar tunjang</li>
<li>Batang</li>
<li>Dahan-dahan besar, dahan-dahan kecil</li>
<li>Ranting-rantingnya banyak</li>
<li>Daunnya banyak</li>
<li>Bunganya banyak</li>
<li>Buahnya banyak</li>
<li>Ada isi buah dan ada rasa isi buah</li>
</ul>
<p>Rasa isi buah adalah perkara hakikat, perkara maknawi dan abstrak. Itulah rasa hati. Allah menganugerahkan rasa hati itu kepada hamba-hambaNya yang terpilih yang telah dicabut sifat-sifat mazmumah dari hatinya sehingga hati orang itu merasa tenang dan bahagia dalam hatinya, sekalipun menderita, miskin atau sakit. Terlebih lagi bila dia kaya, itulah yang dikatakan syurga dunia, syurga yang disegerakan. Apabila orang itu meninggal maka ruhnya akan diarak oleh kekasih-kekasih Allah dan para malaikat. Dia redha kepada Allah dan Allah redha kepadanya. Oleh karena itu, ada ulama yang mengatakan bahwa orang yang jiwanya tidak selamat di dunia, orang itu tidak akan mendapatkan kebahagiaan di Akhirat.</p>
<p>Begitulah ajaran Islam, ada yang berkedudukan seperti akar, batang, daun, dahan, bunga, buah, isi buah dan rasa isi buah. Persoalan yang berkaitan dengan iman seperti mempelajari, memahami dan meyakini keenam rukun Iman adalah persoalan aqidah, Itulah akar ajaran Islam.</p>
<p>Rukun Islam yang terpenting adalah shalat. Begitu pentingnya shalat sehingga Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa meninggalkan shalat, maka nyatalah orang itu kafir. Jika Islam diibaratkan sebagai pohon, maka shalat itulah yang menjadi batang. Sedangkan Rukun Islam yang lain jika diibaratkan dengan pohon tadi adalah dahan-dahan besar. Sedangkan perkara-perkara fardhu kifayah yang banyak kita temui dalam ajaran Islam, itulah dia dahan-dahan kecil. Perkara fardlu kifayah ini sebenarnya banyak sekali tetapi mungkin yang kita ketahui selama ini hanya dua karena dua hal itu saja yang diajarkan kepada umat yaitu shalat fardhu berjamaah dan mengurus jenazah. Kita tidak diberi pemahaman yang cukup bahwa menegakkan pendidikan secara Islam itu adalah fardhu kifayah, menegakkan <em>amar ma&#8217;ruf nahi munkar</em> itu fardhu kifayah, memperjuangkan Islam itu juga fardhu kifayah. Begitu juga kita tidak diberi pemahaman bahwa menegakkan ekonomi secara Islam itu fardhu kifayah dan pada akhirnya nanti, menegakkan negara Islam itu juga termasuk fardhu kifayah. Begitulah berbagai perkara fardhu kifayah, dari yang kecil sampai ke tingkat internasional. Dahan-dahan kecil tentu lebih banyak daripada dahan-dahan besar.</p>
<p>Kemudian perkara-perkara yang sunat, baik yang sunat <em>muakkad</em> maupun yang g<em>hairu muakkad</em>. Juga perkar-perkara mubah yang dapat kita jadikan ibadah dengan memenuhi <strong>lima syarat ibadah.</strong> Itulah ranting-ranting, daun-daun dan bunga-bunganya. Ibadah <em>furu’</em> (cabang) ini sudah tentu lebih banyak lagi dari ibadah pokok. Kemudian, apa yang menjadi buahnya? Jika Islam diibaratkan sebuah pohon, maka yang menjadi buahnya adalah akhlak yang baik, budi pekerti yang baik atau <em>khusnul khuluq</em>.</p>
<p>Jadi sekarang kita dapat memahami bahwa ibadah fardhu ain, fardhu kifayah, sunat <em>muakkad</em>, <em>ghairu muakkad</em> dan hal-hal yang mubah itu bertujuan untuk menghasilkan buah-buah akhlak yang baik. Buah dari iman dan Islam adalah akhlak. Buah ibadah adalah akhlak. Jadi kita menjalankan ibadah dengan tujuan melahirkan buah akhlak untuk dijadikan pakaian diri kita karena akhlak itulah nilai diri manusia. Oleh karena itu, jika seorang itu ibadahnya banyak tapi tidak dapat melahirkan buah akhlak, maka ibadahnya tidak memiliki nilai atau rendah nilainya di sisi Allah. Tetapi jika seseorang itu beribadah, walaupun hanya yang fardhu, tapi ibadah itu dapat melahirkan buah akhlak, maka itu lebih baik daripada ibadah yang banyak tapi tidak dapat melahirkan buah akhlak. Jika diibaratkan seperti orang yang menanam pohon rambutan tapi tidak berbuah, maka ia senasib dengan orang yang tidak menanam pohon rambutan. Tapi mungkin masih ada sedikit manfaatnya walaupun pohon itu tidak berbuah, yaitu dahannya dan rantingnya dapat dijadikan kayu bakar.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/buah.jpg" alt="buah.jpg" /></p>
<p>Oleh karena itu, orang yang menegakkan amal ibadah tapi tidak berakhlak, sekalipun banyak ibadahnya, tidak dinilai oleh Allah SWT. Ada dua cerita dalam Hadist Rasulullah SAW :</p>
<p>Pernah Rasulullah SAW berkumpul bersama dengan para sahabat. Kemudian salah seorang sahabat berkata bahwa dia memiliki seorang tetangga wanita yang sering berpuasa siang hari dan di malam harinya shalat tahajjud. Tetapi Rasulullah mengatakan bahwa wanita itu adalah ahli Neraka. Sahabat bertanya, mengapa demikian. Jawab Baginda Rasulullah SAW, &#8220;Wanita itu selalu menyakiti tetangga dengan lidahnya, tidak ada kebaikan lagi baginya dan dia adalah ahli Neraka.&#8221; Mengapa? Sebab ibadah tak berbuah. Jadi orang yang menyakiti orang lain, ibadahnya tidak melahirkan akhlak.</p>
<p>Sementara itu, satu hari Rasulullah SAW bercerita kepada para sahabat, &#8220;Tidak lama lagi akan datang seseorang di majelis ini, dia ahli Syurga.&#8221; Kalau Rasulullah SAW mengatakan seseorang itu ahli Syurga, maka pastilah orang itu ahli Syurga. Jadi para sahabat menunggu siapa yang akan datang. Tidak lama kemudian datanglah seseorang. Sebagian sahabat belum mengenalnya. Setelah kuliah, ada seorang sahabat ada yang ingin tahu, apakah yang menjadi amalannya sehingga Rasulullah menyebutnya sebagai dia ahli Syurga. Sahabat itu mengikutinya sampai ke rumah dan meminta izin untuk bermalam. Sahabat itu ingin melihat apa amalannya seingga Rasulullah menyebutnya ahli Syurga. Setelah diamati sepanjang malam, tidak terlihat ada yang istimewa. Shalat sunat tak dilakukan, tahajud pun tidak. Setelah subuh, sahabat itu bertanya kepadanya, &#8220;Waktu kuliah kemarin, sebelum Saudara datang, Rasulullah berkata bahwa akan datang seorang ahli Syurga. Oleh karena itu, saya ingin bertanya, apa yang menjadi amalan Saudara sehingga dikatakan ahli Syurga?&#8221; Jawab orang itu, &#8220;Seumur hidup saya, saya tidak ada hasad dengki dengan orang lain, bahkan niat untuk berhasad dengki pun tidak ada.&#8221;</p>
<p>Jadi inilah ibadah yang walaupun sedikit tetapi berbuah. Orang yang tidak ada hasad dengki adalah orang yang tinggi akhlaknya . Rupanya sahabat itu walaupun ibadahnya sederhana, tapi ibadahnya berbuah. Sedangkan wanita tadi walaupun ibadahnya banyak tapi tidak berbuah, tidak berakhlak, maka ia menjadi penghuni Neraka.</p>
<p>Jadi akhlak adalah buah ibadah, kalau kita beribadah tetapi tidak mendapatkan akhlak yang mulia maka ibadah kita tidak memiliki nilai di sisi Allah. Meskipun begitu, jangan kemudian kita berpendapat lebih baik tidak beribadah sama sekali yang penting berakhlak. Sahabat yang kita ceritakan tadi, ibadah yang asas tidak ditinggalkan. Karena itu, jangan sampai kita meninggalkan ibadah asas. Kalau kita semua dapat mengerjakan ibadah yang asas tapi yang sunat tak dapat dikerjakan, tidak mengapa, asal berakhlak. Itu lebih besar nilainya daripada kuat beribadah tetapi tidak berakhlak. Ibadah asas harus dibuat. Jangan sampai keliru, tidak mendirikan shalat, tidak melaksanakan puasa, yang penting berakhlak. Ini tidak benar.</p>
<p><strong>Akhlak terbagi dua :</strong></p>
<ul>
<li>Akhlak kepada Allah</li>
<li>Akhlak kepada sesama manusia</li>
</ul>
<p><strong>Akhlak kepada Allah :</strong></p>
<ul>
<li>Ketika Allah menguji kita dengan sakit dan miskin, kita bersabar. Jika seseorang itu diuji oleh Allah tapi dia tidak sabar, sebenarnya dia tidak berakhlak dengan Allah.</li>
<li>Jika Allah menetapkan suatu ketentuan kepada kita, kita redha. Sebagai contoh, kita bekerja mencari rezeki tapi ternyata rezeki yang kita peroleh hanya sedikit. Atau kita sudah bersungguh-sungguh belajar tetapi tidak lulus. Ingin kaya, tapi Allah takdirkan miskin. Kita harus redha menerima ketentuan dari Allah. Itulah akhlak. Jika seseorang tidak redha dengan ketentuan Allah, artinya orang itu tidak berakhlak dengan Allah.</li>
<li>Merasa takut, gentar, cinta, malu, merasa selalu diawasi oleh Alla. Itulah akhlak kepada Allah. Jika seseorang itu senantiasa merasakan Allah mengawasi dirinya, ia akan merasa malu kepada Allah dan merasa malu untuk melakukan kejahatan.</li>
</ul>
<p><strong>Akhlak kita kepada sesama manusia :</strong></p>
<ul>
<li>Lemah lembut</li>
<li>Pemurah</li>
<li>Kasih sayang</li>
<li>Tidak ada hasad dengki dengan orang lain</li>
<li>Tidak pendendam</li>
<li>Tidak pemarah</li>
</ul>
<p>Itulah sebagian dari akhlak kita kepada Allah dan akhlak kepada sesama manusia. Kita beribadah untuk melahirkan akhlak. Jadi akhlak dalam ajaran Islam, kalau diibaratkan sebatang pohon maka akhlak adalah buah.</p>
<p><a href="http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-iii/"><font color="#800000">Selanjutnya &gt;&gt;  Islam Laksana Sebatang Pohon (III) &gt;&gt;</font></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/190/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/190/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=190&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-ii/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/pohonbesar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pohonbesar.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/buah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buah.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Laksana Sebatang Pohon (III)</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-iii/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 10:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-iii/</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang yang hanya dapat menegakkan aqidah dalam dirinya tapi ia tidak beramal dan tidak melaksanakan perintah Allah, jika dibaratkan sebuah pohon adalah pohon yang sekedar memiliki akar. Pohon yang semacam itu belum dapat memberikan manfaat kepada kita. Ada orang yang beraqidah dan mendirikan shalat saja. Sedangkan puasa dan zakat tidak dilaksanakan, fardhu kifayah juga tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/pohon_teduh2.jpg" alt="pohon_teduh2.jpg" align="left" hspace="13" />Seseorang yang hanya dapat menegakkan aqidah dalam dirinya tapi ia tidak beramal dan tidak melaksanakan perintah Allah, jika dibaratkan sebuah pohon adalah pohon yang sekedar memiliki akar. Pohon yang semacam itu belum dapat memberikan manfaat kepada kita. Ada orang yang beraqidah dan mendirikan shalat saja. Sedangkan puasa dan zakat tidak dilaksanakan, fardhu kifayah juga tidak ditegakkan. Maka, jika dibaratkan dengan sebuah pohon, pohon itu hanya memiliki akar  dan batang, masih belum sempurna. Selanjutnya ada yang rukun Islamnya beres tapi fardhu kifayah tidak ditegakkan, ibadah sunat juga tidak dikerjakan dan seterusnya. Maka, orang yang seperti itu ibarat pohon yang belum sempurna. Kemudian ada sebagian orang dapat melaksanakan perkara sunat walaupun tak penuh, begitu juga hal-hal yang mubah sedikit banyak dapat dijadikan ibadah. Maka orang yang seperti itu ibarat pohon yang sudah ada sedikit daun, sedikit bunga, tapi belum berbuah. Barulah jika seseorang itu sudah memiliki akhlak yang baik, jika diibaratkan sebuah pohon, maka pohon itu sudah menghasilkan buah. Pohon itu sudah sempurna, sudah lengkap, hanya saja belum rimbun dan belum subur.</p>
<p>Jika mayoritas umat Islam telah dapat menegakkan Islam seperti gambaran yang terakhir tadi, tentu umat Islam sudah memilki kekuatan. Persatuan, perpaduan, kemajuan dan peradaban sudah dibangun, syiar Islam sudah terlihat di mana-mana. Terlebih lagi jika pohon itu sudah sempurna, tumbuh rindang dan rimbun. Jika kita melihatnya, terasa indah dan menarik hati. Sejuk hati kita dan semua orang merasa senang. Siapa saja yang berteduh di bawahnya, mendapat perlindungan dari teriknya matahari. Pohon itu dapat memberi manfaat kepada semua orang yang mendekatinya. Semua orang ingin mendatangiya dan ingin berteduh di bawahnya. Bukan hanya manusia, bahkan burung-burung pun menjadikannya tempat bermain.</p>
<p><span id="more-189"></span>Jika Islam laksana pohon yang sempurna itu dapat ditegakkan oleh mayoritas umat Islam, barulah umat Islam ini gagah, bersatu padu dan menjadi payung pelindung. Bukan saja memayungi umat Islam, bahkan yang bukan Islam pun layak duduk di bawah payung umat Islam. Di waktu itu Allah akan memberikan  kekuasaan di muka bumi ini kepada umat Islam sebagaimana zaman kegemilangannya dulu. Tidak perlu banyak berdakwah, manusia sudah melihat gambaran Islam yang begitu cantik, bersatu padu, berkasih sayang, bersih dari kejahatan. Maka dengan sendirinya orang bukan Islam akan berbondong-bondong masuk Islam, sehingga kita akan merasakan masyarakat yang cantik dan indah.</p>
<p>Tetapi jika kita melihat kepada diri kita, keluarga kita, masyarakat kita, negara kita dan orang-orang Islam di seluruh dunia saat ini, sebagian dari kita hanya mengamalkan aqidah saja, sebagian beraqidah dan shalat saja, sebagian yang lain, selain beraqidah dan shalat, hanya menegakkan rukun Islam yang 5 saja, sedangan fardhu kifayah tidak dijalankan. Yang paling baik yang dapat kita temui, ada sebagian umat Islam yang beraqidah, menegakkan rukun Islam yang 5, menjalankan 2-3 perkara fardhu kifayah, sedikit-sedikit dapat mengerjakan ibadah sunat dan dapat menjadikan 2-3 perkara yang mubah menjadi ibadah. Tapi mereka adalah golongan yang minoritas. Kadang-kadang itupun sudah menggemparkan dan menghebohkan karena dianggap ekstrem, berbuat melebihi Rasulullah SAW. Padahal semua itu masih belum sempurna tapi karena banyak orang yang tidak melaksanakannya, maka orang-orang terkejut, seolah-olah mereka sudah melampaui batas.</p>
<p>Hal itu terjadi karena selama ini kita mengamalkan Islam tidak seperti pohon yang rindang, tidak selengkap pohon yang sempurna. Karena itulah kita tidak mendapatkan rasa aman dengan Islam, tidak dapat merasakan bahwa Islam itu cantik dan indah, tidak dapat bersatu padu dengan Islam, tidak dapat berkasih sayang dengan Islam, tidak dapat menegakkan ukhuwah Islamiah melalui ajaran Islam. Masyarakat kita penuh dengan kejahatan, tidak berbeda dengan yang bukan Islam. Akhirnya umat Islam terhina di mana-mana. Allah telah memberitahu kita:</p>
<p><i><font color="#800000">&#8220;Apakah kamu beriman kepada sebahagian isi Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain (Al Qur’an dan sunnah)? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.&#8221; (QS Al Baqarah 85)</font></i></p>
<p>Kalau sifat ini terus dipertahanan sampai masuk ke liang kubur, maka di Akhirat nanti Allah akan mencampakkan kita ke dalam Neraka yang maha dahsyat azabnya, yang maha hebat siksanya. Allah tidak lalai terhadap apa yang kita perbuat. Sebagaimana firman Allah yang artinya :</p>
<p><i><font color="#800000">“Siapa yang membuat kebaikan walaupun sebesar debu akan dilihat dan barang siapa yang membuat kejahatan walaupun sebesar debu akan dilihat.” (QS Az Zalzalah 7- <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </font></i></p>
<p>Kalau kita mengambil ajaran Islam itu setengah-setengah, maka kita akan terhina di dunia dan di Akhirat mendapat mendapat balasan neraka. Itulah jaminan dari Allah. Allah Maha Suci dari salah dan dosa. Kata-kata Allah adalah Maha Benar. Jika kita tidak melaksanakan dan memperjuangkan Islam itu secara utuh dan menyeluruh maka kita akan terhina dimana-mana dan kalah dimana-mana.</p>
<p>Kita ambil satu contoh kehinaan di dunia. Di bidang pendidikan, berapa banyak umat Islam yang telah mendidik anak-anaknya secara Islam? Padahal yang sepatutnya diutamakan menerima pendidikan Islam adalah anak-anak. Dalam hadist disebutkan:</p>
<p><i><font color="#800000">“Hendaklah kamu perintahkan anak-anak kamu shalat ketika telah sampai berumur tujuh tahun. Ketika sudah sampai sepuluh tahun tidak mau shalat, boleh dipukul (yang tidak mencacatkan).” (Riwayat Ahmad ibn Hambal, Abu Daud dan At-Tirmidzi)</font></i></p>
<p>Shalat adalah tiang agama. Shalat adalah perkara yang paling penting setelah rukun Iman. Artinya kalau kita ingin mendidik anak-anak kita sejak kecil, apakah sistem pendidikan ini sudah kita jalankan? Apakah kita sudah mengenalkan shalat sejak mereka masih kecil, sudah mengajarkan bersuci, sudah mengenalkan jenis-jenis air, sudah mengenalkan najis, sudah mengajarkan mana yang halal mana yang haram, sudah mulai mengajarkan hukum-hukum walau untuk hal-hal yang sunat sekalipun?</p>
<p>Bahkan anak-anak mubaligh dan ustadz pun belum tentu mendapatkan didikan ini sejak kecil. Tapi ketika mereka tak lulus ujian, mereka kita hukum. Itu sudah terbalik. Dan apa akibat kita lalai mendidik anak-anak kita dengan sistem pendidikan Islam? Anak-anak kita bukan saja tidak mengenal Allah, bahkan ayah ibunya pun tidak dihormati. Kalau pergi dan pulang sekolah tidak mengucapkan salam, tidak mendoakan ayah ibunya. Setelah besar, ibu jadi budak, anak jadi tuan. Inilah salah satu tanda-tanda kiamat. Anak-anak yang tidak dididik secara Islam, dengan sedikit ijazah yang diperolehnya kemudian mendapat pekerjaan, sesampainya di rumah mereka berkacak pinggang, berani memberi perintah ini dan itu kepada ibu, malas menyajikan makan minum kepada ibu dan ayah, lebih senang melayani bos di tempat kerja daripada melayani ayah ibu. Itulah satu kehinaan di dunia.</p>
<p>Begitu juga kita tidak menganggap membangun klinik dan rumah sakit secara Islam itu fardhu kifayah. Sistemnya secara sistem Islam. Kalau isteri bersalin ditangani dokter laki-laki, tentu itu satu kehinaan. Tetapi kita tidak merasa terhina karena hati telah hitam. Hati ditempa oleh makanan dan minuman. Bila makanan kita haram dan syubhat, maka itu akan menghitamkan hati. Bila hati hitam, hati keras, walaupun sudah melihat kebenaran tapi terasa berat untuk menegakkan shalat, berat berpuasa, malas berjuang. Sebaliknya dengan maksiat hati merasa senang.</p>
<p>Pada hari ini kita dapat menyaksikan banyak umat Islam yang memperjuangkan Islam hanya mengandalkan kekuatan lahiriah. Padahal Allah memenangkan umat Islam berdasarkan taqwa dan sebaliknya, Allah memenangkan orang kafir dengan quwwah/ kekuatan lahiriah. Umat Islam saat ini, kekuatan lahiriyah tidak ada, taqwa pun tidak ada. Karena itulah kita terhina di mana-mana. Bukan saja terhina di dunia bahkan juga akan terhina di Akhirat. Hanya jika kita bertaqwa maka barulah kita akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Seluruh aspek dalam Islam harus diperjuangkan untuk keselamatan kita. Oleh karena itu, kita harus mempelajari, mengamalkan dan memperjuangkan ajaran Islam secara utuh dan menyeluruh.</p>
<p><a href="http://www.rufaqa-indonesia.com/kuliah/motivasi-kesadaran-islam/" target="_blank"><font color="#800000">[ Motivasi Kesadaran Islam - Harmony Motivation Center ]</font></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/189/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/189/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=189&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2007/12/04/islam-laksana-sebatang-pohon-iii/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/12/pohon_teduh2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pohon_teduh2.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Kebenaran</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/mencari-kebenaran/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/mencari-kebenaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 10:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/mencari-kebenaran/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi fitrah manusia yang hidup di atas muka bumi Tuhan ini, baik laki-laki maupun perempuan, orang besar maupun rakyat kecil, yang berkuasa ataupun rakyat jelata, yang pandai atau yang bodoh, yang kaya atau yang miskin, semuanya ingin mencari kebenaran. Kebenaran itu adalah suatu hal yang baik dan mulia, yang harus dimiliki dan diperjuangkan, agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/kebenaran.jpg" alt="kebenaran.jpg" align="left" hspace="13" />Sudah menjadi fitrah manusia yang hidup di atas muka bumi Tuhan ini, baik laki-laki maupun perempuan, orang besar maupun rakyat kecil, yang berkuasa ataupun rakyat jelata, yang pandai atau yang bodoh, yang kaya atau yang miskin, semuanya ingin mencari kebenaran. Kebenaran itu adalah suatu hal yang baik dan mulia, yang harus dimiliki dan diperjuangkan, agar dengan kebenaran itu manusia hidup mulia di muka bumi ini dan selamat di mana-mana, terutama selamat di Akhirat.Kebenaran itu tidak dua, tidak tiga, tidak sepuluh, dst. Kebenaran hanya satu. Kebenaran itu ialah kebenaran yang datang dari Allah SWT, yang disampaikan kepada para Rasul terutama kepada Rasul yang paling akhir yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Allah SWT telah memberitahu kepada kita dalam Al Qur’an:</p>
<p><i><font color="#800000">“Kebenaran itu adalah datang dari Tuhan kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang menentang atau menolaknya.” (QS Al Baqarah 147)</font></i></p>
<p>Selain dari Allah bukan kebenaran walaupun ada orang mengakui itu suatu kebenaran. Yang bukan datang dari Allah adalah kepalsuan, walaupun nampak indah pada pandangan mata. Kebenaran dari Allah yang dibawa oleh para Rasul itulah yang harus kita cari, yang harus kita dapatkan dan kita amalkan. Selanjutnya kebenaran itu kita perjuangkan karena kebenaran yang datang dari Allah itulah yang membuat manusia mulia di atas muka bumi ini dan mulia di akhirat nanti.<br />
<span id="more-178"></span>Namun kita telah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW sejak kurang lebih 14 abad yang lalu. Itu merupakan suatu masa yang sangat panjang dan selama itu umat Islam telah menempuh bermacam-macam hal, keadaan dan peristiwa, telah menempuh tinggi dan rendah, naik dan turun, maju dan mundur. Maka bagi umat di akhir zaman ini, termasuk diri kita, kita susah untuk mencari kebenaran. Apalagi untuk mendapatkan dan memperjuangkan kebenaran itu. Walaupun kebenaran itu memang sudah ada dalam Al Qur’an dan telah ditafsirkan oleh hadis Nabi tetapi itu hanya merupakan ilmu pengetahuan dan teori saja, bukan berbentuk perbuatan dan sikap. Yang berbentuk perbuatan itu hanya ada pada diri Rasulullah. Sedangkan Rasulullah sudah tidak ada lagi di zaman kita. Yang berbentuk perbuatan ada pada pribadi sahabat, tabiin dan salafussoleh zaman dahulu, sedangkan tidak seorang dari kalangan mereka yang ada di tengah-tengah kita. Padahal mereka adalah orang-orang yang patut kita contoh.</p>
<p>Jadi karena kita sudah terlalu jauh dari Rasulullah, sahabat dan salafussoleh dahulu, maka manusia di zaman ini mencari kebenaran dengan bermacam-macam cara menurut keyakinan masing-masing. Sebelum kita menguraikan bagaimana bentuk kebenaran yang sebenarnya, bagaimana kita akan mengamalkannya dan memperjuangkannya serta kebenaran seperti apa yang akan kita tempuh, kita akan kaji terlebih dahulu sebagian cara manusia di akhir zaman ini mencari kebenaran.</p>
<p>Sebagian manusia di akhir zaman ini mencari mencoba kebenaran secara jalan singkat dan mudah, tanpa berpikir panjang, tanpa menyelidiki dan mengkaji secara sungguh-sungguh sehingga kemudian mengambil cara-cara berikut:</p>
<p><b>1. Mencari kebenaran dengan mengikut orang banyak.</b></p>
<p>Jika kita mengikuti cara ini yaitu mencari kebenaran dengan mengikuti orang banyak, maka sampai mati kita tidak akan mendapat kebenaran. Sebab dengan cara yang pertama ini telah ditolak oleh Al Qur’an. Allah telah memberi tahu kepada kita di dalam beberapa ayat, di antaranya:</p>
<p><i><font color="#800000">“Sedikit sekali hamba-hambaKu yang bersyukur.” (QS Saba&#8217; 13)</font></i></p>
<p>Artinya manusia yang berterima kasih, yang tunduk kepada Allah SWT hanya sedikit jumlahnya. Sedangkan yang sesat, rusak dan tidak menerima kebenaran dari Allah banyak jumlanya. Oleh karena itu, di dalam Al Qur’an hal ditegaskan lagi dengan ayat lain:</p>
<p><i><font color="#800000">“Jika kamu mengikuti akan kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” (QS Al An&#8217;am 116)</font></i></p>
<p>Siapa yang mencari kebenaran di muka bumi ini dengan cara mengikuti orang kebanyakan, maka mereka akan sesat sebab orang kebanyakan itu sedikit yang menerima, mengamalkan dan memperjuangkan kebenaran. Jadi kalau kita mengikuti orang banyak untuk mencari kebenaran, maka kita akan tersesat.</p>
<p>Kalau kita mengkaji sejarah di dalam Al Qur’an, akan lebih meyakinkan kita bahwa mencari kebenaran dengan mengikuti orang banyak itu bukan caranya dan bukan jalannya.</p>
<p>Bukankah Nabi Nuh as. seorang Rasul yang Ulil Amri, Ulul Azmi yang panjang umurnya, yaitu 1000 tahun, beliau berjuang selama 950 tahun dengan penuh kegigihan, kesungguhan dan ketabahan, namun hanya 80 orang saja yang menjadi pengikutnya? Selain dari 80 orang itu mreka sesat. Seandainya kita, jangankan 950 tahun, 9,5 tahun saja berdakwah orang tak mau menerima kita, mungkin kita sudah putus asa dalam perjuangan. Berbeda dengan Nabi Nuh as. 950 tahun berjuang, berdakwah, menyampaikan ajaran kepada umat manusia, beliau tetap sabar dan tidak kecewa, walaupun hanya 80 orang yang mengikutinya.</p>
<p>Bukankah Allah telah menceritakan bagaimana Nabi Musa as. bagaimana beliau berjuang dan berjihad, menyampaikan ajaran Islam ke tengah kaumnya, dengan penuh kesabaran dan penuh kegigihan. Ia adalah salah seorang Rasul Ulul Azmi yang begitu gigih, sungguh-sungguh dan diperkuat oleh Allah dengan mukjizat-mukjizat, namun pengikutnya hanya 70 orang yang mau menerima kebenaran.</p>
<p>Begitu juga Allah telah menceritakan kepada kita tentang Nabi Isa as. yang juga gigih berjuang, bersungguh-sungguh menyampaikan ajaran Islam ke tengah kaumnya dan dibantu oleh Allah dengan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran Nabi Isa as., namun hanya 12 orang saja yang menerima kebenaran Nabi Isa as. Itu pun akhirnya salah seorang menyeleweng, bersekutu dengan musuh untuk membunuh Nabi Isa. Karena dia berkhianat, maka Allah mengubah mukanya seperti muka Nabi Isa as. Akhirnya orang menangkapnya karena menyangka dia adalah Nabi Isa as., kemudian dia dibunuh dengan cara disalib.</p>
<p>Begitu juga jika coba kita membaca sejarah yang telah terjadi pada bangsa Romawi setelah wafatnya Nabi Isa as. sebelum kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Terjadi di negeri Romawi yang pada waktu itu diperintah oleh seorang raja yang sangat zalim dan menindas. Namanya Raja Dakyanus. Dia menyembah berhala dan mengajak rakyatnya menyembah berhala. Pada masa Raja Dakyanus ini masih ada ulama dari kalangan pengikut Nabi Isa as. yang membaca kitab-kitab Nabi Isa as. Kemudian datanglah perintah dari Raja Dakyanus yang mengajak rakyatnya menyembah berhala Kalau kita pertimbangkan dengan akal seharusnya yang paling menentang waktu itu tentu alim ulama yang membaca kitab yang masih menyampaikan ajaran Nabi Isa as. ke tengah masyarakat. Tapi ternyata alim ulama pun tak sanggup lagi membendung kehendak raja. Kalaupun mereka tidak mengikuti perintah itu, setidaknya mereka menutup mulut karena takut. Bila ulama diam, sedangkan ulama yang menjadi contoh, maka di waktu itu banyak manusia yang menjadi sesat. Tapi tak terpikir oleh kita ternyata ada tujuh orang pemuda yang sanggup mempertahankan kebenaran yang tak mau menerima kesesatan itu. Mereka itulah yang dikenal sebagai Ashabul Kahfi yang diceritakan Allah di dalam Al Qur’an. Mereka adalah oran-orang yang beriman dengan Allah SWT kemudian Allah tambahkan keimanan mereka itu. Akhirnya mereka masuk ke sebuah gua dan Allah menidurkan mereka selama 309 tahun.</p>
<p>Kalau kita melihat sejarah Rasulullah, seorang bapak Ulul Azmi, orang yang paling dikasihi oleh Allah yang diberi mukjizat lebih banyak daripada Nabi-Nabi yang lain untuk membantu perjuangan Rasulullah dan menambah keyakinan masyarakat. Selama 13 tahun Rasulullah berjuang pada era Mekkah hanya puluhan orang yang mengikutinya. Selain dari mereka adalah orang-orang yang sesat. Jadi golongan yang jumlahnya sedikit, itulah yang membawa kebenaran, sedangkan golongan yang banya adalah golongan yang sesat. Dalam perang Badar, tentara yang membawa kebenaran hanya 313 orang, sedangkan yang membawa kesesatan jumlahnya 1000 orang. Pada waktu Sayidina Khalid bin Walid berhadapan dengan Romawi, tentaranya berjumlah 30.000 orang, sedangkan lawannya berjumlah 250.000 orang. Itu menunjukkan yang sesat jauh lebih banyak dari yang membawa kebenaran.</p>
<p>Hujjah yang terakhir adalah dari pengalaman kita sendiri. Manakah yang lebih banyak, orang yang pergi ke tempat sholat dengan yang pergi ke tempat hiburan? yang pergi ke tempat kuliah Islam dengan yang pergi ke tempat kuliah yang lain? Lebih banyak mana yang menutup aurat dengan yang membuka aurat atau orang yang berakhlak dengan yang tidak berakhlak</p>
<p>Kesimpulannya kalau ada orang mencari kebenaran dengan mengikuti orang banyak, sampai mati tidak akan bertemu dengan kebenaran. Demikianlah, Allah telah memberitahu kita dan sejarah juga telah menceritakan hal tersebut.</p>
<p align="center"><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/mass.jpg" alt="mass.jpg" /></p>
<p> <b><br />
2. Mencari kebenaran dengan mengikuti golongan atas. </b></p>
<p>Jika golongan atas campur tangan dalam suatu hal, misalnya menganut suatu ideologi atau isme maka kita mudah mengikuti mereka karena mereka lebih pandai menilai daripada kita. Padahal jika kebenaran diperjuangkan dan dibawa ke tengah-tengah masyarakat, maka kebanyakan orang dari golongan atas inilah yang akan menentang. Mereka adalah orang-orang yang berpengaruh, orang kaya, atau memiliki kekuasaan di tengah masyarakat.</p>
<p>Kalau kita ingin mencari kebenaran dengan mengikuti golongan atas, maka hal ini ditolak oleh Al Qur’an. Ternyata hanya sedikit orang dari golongan atas yang mau menerima kebenaran. Misalnya ketika Nabi Musa as. berhadapan dengan Fir’aun. Sebelum rakyat biasa menyanggah perjuangan Nabi Musa as, maka orang atasan lebih dahulu menyanggahnya. Mereka berkata, “Sesungguhnya laki-laki ini adalah ahli sihir yang paling bijak.”</p>
<p>Nabi Nuh as. ketika menyampaikan kebenaran kepada umatnya. Golongan atas inilah lebih dahulu menolak. Mereka berkata “Kami melihat engkau betul-betul orang sesat”. Nabi Nuh yang membawa kebenaran dikatakan sesat, padahal mereka sendiri yang sesat.</p>
<p>Di dalam Al Qur’an diceritakan tentang peristiwa yang terjadi pada Bani Israil selepas wafatnya Nabi Musa as. Bani Israil pada waktu itu dijajah oleh bangsa Romawi. Selama dijajah itu Bani Israil diperbudak, kaum wanitanya dipermalukan, dirampas, dijadikan gundik, orang-orang tuanya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara, perekonominya dirampok sehingga mereka menderita dan miskin. Dari rakyat biasa hingga ke golongan atas mereka, semuanya ditindas dan dizalimi. Tapi ternyata seorang ada Nabi Allah yang hidup pada waktu itu yaitu Nabi Samuel.</p>
<p>Suatu hari para pemuka Bani Israil ini berunding dan mengambil keputusan untuk datang menemui Nabi Samuel untuk minta Nabi Samuel berdoa agar didatangkan pemimpin untuk bersama-sama mengusir penjajah. Ketika diminta untuk berdoa, maka Nabi Samuel bertanya kepada mereka “Jika saya doakan, apakah kamu mau menerima syarat dari saya?” Mereka pun menjawab “Kami sudah tidak tahan lagi, siapapun yang akan menjadi pemimpin, kami akan ikuti dan taati.” Maka Nabi Samuel pun berdoa kepada Allah.</p>
<p>Doa Nabi Samuel dikabulkan oleh Allah. Maka beliau menyampaikan kepada para pemuka Bani Israil itu bahwa yang ditunjuk Allah sebagai pemimpin mereka adalah Thalut, seorang yang saat itu tidak terkenal. Thalut hanyalah seorang petani. Ketika diberitahukan tentang hal itu, kebanyakan mereka menolaknya. Padahal Allah menunjuk Thalut karena permintaan mereka. Tapi mereka menolak pemimpin itu sedangkan pemimpin itu bukan sembarang pemimpin. Pemimpon itu tidak ditunjuk dengan cara demokrasi tapi ditunjuk oleh Allah atas permintaan mereka. Akhirnya golongan atas atau para pemuka itulah yang menjadi golongan pertama yang menolak kepemimpinan Thalut.</p>
<p><b>3. Orang mencari kebenaran dengan mengikuti penguasa-penguasa bumi</b></p>
<p>Pada zaman Nabi Muhammad SAW, penguasa-penguasa besar itu adalah Romawi dan Persia. Kalau sekarang adalah Amerika dan Barat. Jika sekarang orang mengatakan ikuti saja Amerika supaya bertemu dengan kebenaran, secara logika akal tentu kita sudah dapat melihat bahwa jalan ini tidak benar dan tidak akan sampai kepada kebenaran. Selain itu, sejarah telah menceritakan sebagaimana Al Qur’an juga telah menceritakan bahwa setiap pembawa kebenaran pasti akan berhadapan dengan penguasa-penguasa bumi dan menghadapi halangan dari mereka</p>
<p><b>5. Mencari kebenaran dengan mengikuti cendekiawan dalam Islam</b></p>
<p>Cara yang lebih logis yang lebih dapat diterima, yaitu mencari kebenaran dengan mengikuti cendekiawan dalam Islam, sebab mereka tahu tentang Al Qur’an dan Sunnah. Kalau cara ini ditempuh pada zaman Rasulullah SAW zaman tabiin dan Salafussoleh, memang cara ini ada benarnya. Tapi kini kita telah lama ditinggalkan oleh Rasulullah. Para alim ulama sekarang ini sudah tidak sama sikapnya dengan para alim ulama zaman Salafussole. Di zaman ini kerusakan telah melanda sebagian besar anggota masyarakat. Termasuk orang awam dan juga ulamanya. Sebagaimana sabda Rasulullah,<br />
<i><font color="#800000"><br />
&#8220;Akan berlaku di akhir zaman, ahli ibadah jahil dan alim ulamanya fasik.&#8221;</font></i></p>
<p>Kalau orang awam anak isterinya membuka aurat, maka alim ulama pun anak isterinya membuka aurat. Kalau orang awam cinta dunia, terlibat dengan riba, maka alim ulama di zaman ini juga terlibat dengan hal yang sama. Kesyumulan Islam sudah tidak ditegakkan dalam diri, syiar Islam pun sudah tiada. Karena itu cara yang keempat ini juga tertolak.</p>
<p>Akhirnya, bagaimanakah kita untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki? Di akhir zaman ini jangan memilih sembarang individu, jangan memilih sembarang jamaah untuk mencari kebenaran. Tempat rujukan kita adalah:</p>
<p><b>1. Rasulullah SAW</b></p>
<p>Allah telah mengingatkan kita bahwa Rasulullah adalah teladan yang baik.<br />
<i><font color="#800000"><br />
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik” (QS Al Ahzab 21)</font></i></p>
<p><b>2. Sahabat Rasulullah</b></p>
<p>Rasulullah bersabda,</p>
<p><i><font color="#800000">“Sahabat-sahabatku laksana bintang-bintang di langit. Yang mana saja kamu ikuti niscaya kamu akan dapat petunjuk.” (Riwayat Ad Daarami)</font></i></p>
<p><b>3. Masyarakat Salafussoleh</b></p>
<p>Rasulullah bersabda,<br />
<i><font color="#800000"><br />
&#8220;Sebaik-baik manusia adalah di kurunku, kemudian kurun yang mengiringinya dan kurun yang mengiringinya.&#8221; (Riwayat Muslim) </font></i></p>
<p>Artinya, umat Islam dalam masa 300 tahun dari zaman Rasulullah SAW, sbagian besar dari mereka adalah orang-orang soleh dan sebagian orang muqarrabin. Merekalah suri teladan bagi kita dalam menerima, mengamalkan dan memperjuangkan kebenaran, terutamanya bagi kalangan cendekiawan mereka dan alim ulama.</p>
<p>Kalau begitu, berikut ini akan diceritakan secara ringkas kehidupan masyarakat salafussoleh. Mereka mengamalkan dan memperjuangkan ajaran Islam yang kamil atau sempurna, meliputi seluruh kehidupan manusia, dalam segi akidah, ibadah, akhlak, ukhuwah, jihad, dakwah, masyarakat, jemaah, iktisad, tarbiah islamiah, dan daulah islamiah. Mereka tidak hanya mengamalkan satu hal tapi menginggalkan aspek-aspek yang lain. Dari aqidah sampai daulah dipelajari, dipahami, diamalkan dan diperjuangkan. Aqidah mereka begitu kuat, keimanan mereka begitu kuat, sehingga terbuat dosa sebesar debu dianggap bagaikan gunung besar yang berada di atas kepala mereka. Ibadah mereka banyak, ukhuwah mereka kuat. Mereka sibuk berjuang dan berjihad. Dakwah mereka sampai ke negeri Cina padahal trasportasi di waktu itu susah. Bahkan tiga perempat dari mereka wafat di luar jazirah Arab. Sopan santun mereka tinggi, bahkan dalam berperang pun mereka berakhlak dan bersopan santun. Mereka membangun sistem pendidikan tersendiri, tidak mengambil dari Timur dan Barat. Semua dengan cara Islam, tidak meniru cara dari manapun. Ekonomi yang didirikan betul-betul dengan cara Islam, tidak mengamalkan riba. Masyarakat bersih dari kejahatan sehingga hidup aman dan damai. Mereka berhasil menegakkan jemaah dan tamadun Islam.</p>
<p>Jelaslah bagi kita bahwa masyarakat salafussoleh tidak mengambil ajaran Islam secara serpihan atau sepotong-sepotong. Semuanya diambil, diamalkan dan diperjuangkan. Jadi kalau kita ingin mencari kebenaran di akhir zaman ini, kita harus mengikuti dan meneladani mereka. Bila mereka menjadi teladan kita, barulah kita akan selamat di dunia dan di akhirat. Jika tidak, maka kita tidak akan mendapatkan kebenaran dan kita akan tersesat dalam kehidupan.</p>
<p><a href="http://www.rufaqa-indonesia.com/kuliah/motivasi-kesadaran-islam/" target="_blank"><font color="#800000">[ Motivasi Kesadaran Islam - Harmony Motivation Center ]</font></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/178/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/178/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=178&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/mencari-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/kebenaran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kebenaran.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/mass.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mass.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keagungan dan Kebesaran Islam (I)</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-i/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 07:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-i/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah SAW diutus oleh Allah ke dunia ini dengan membawa agama Islam. Beliaulah disebut sebagai pembawa rahmat kepada seluruh alam. Agama Islam yang diberikan Allah kepada Rasulullah SAW adalah untuk memimpin umat manusia ini. Allah berfirman di dalam Al Quran:
“Dan tidaklah Aku mengutus Engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat kepada semesta alam.” (QS Al Anbiyaa’ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/allah.jpg" alt="allah.jpg" align="left" hspace="13" />Rasulullah SAW diutus oleh Allah ke dunia ini dengan membawa agama Islam. Beliaulah disebut sebagai pembawa rahmat kepada seluruh alam. Agama Islam yang diberikan Allah kepada Rasulullah SAW adalah untuk memimpin umat manusia ini. Allah berfirman di dalam Al Quran:</p>
<p style="color:#800000;font-style:italic;">“Dan tidaklah Aku mengutus Engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat kepada semesta alam.” (QS Al Anbiyaa’ 107)</p>
<p>Ayat ini menyatakan bahwa rahmat yang dibawa oleh Rasulullah itu adalah umum kepada semua manusia tetapi secara hakekatnya rahmat itu dikhususkan kepada orang-orang beriman semata. Selain orang-orang yang beriman, mereka tidak mendapatkan rahmat bahkan mereka cenderung merasa tidak senang hati dengan ajaran Islam dan kedatangan Al Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. Kedatangan Rasulullah yang pada beliau disampaikan agama Islam dan dengan agama ini Rasulullah menyampaikannya kepada umat serta memimpin umat hingga umat ini menerima Allah dan menerima Rasul-Nya, inilah letak rahasia keagungan Islam dan kebesaran Islam.</p>
<p>Jadi, apakah yang dikatakan dengan keagungan Islam atau kebesaran Islam itu? Sebelum kita membicarakan mengenai hal ini, mari kita coba memaparkan beberapa pendapat yang telah sering kita dengar dan biasa disampaikan kepada umat Islam tentang apa yang dimaksudkan dengan keagungan Islam itu.</p>
<p><span id="more-174"></span>Salah satu dari pada pendapat-pendapat tersebut mengatakan bahwa setelah umat ini menerima agama Islam, mereka telah terdorong untuk menuntut ilmu pengetahuan dan terdorong untuk berpikir sehingga lahirlah ahli-ahli filsafat,para pemikir dan ilmuwan di kalangan masyarakat Islam seperti Imam Ghazali Rahimahumullahu Taala, Ibnu Rusyd, Al Farabi, Ibnu Sina, dan beribu-ribu lagi tokoh Islam yang lain. Mereka menjadi filsuf dan pakar ilmu di bidang masing-masing disebabkan agama Islam mendorong mereka mencari dan menyelidiki ilmu pengetahuan. Karena itulah maka ada sebagian umat Islam yang menilai hal ini sebagai sebab-sebab keagungan Islam. Mereka mengatakan bahwa kebesaran Islam itu adalah karena Islam telah melahirkan imuwan-ilmuwan yang terkenal karena agama Islam itu mendorong umatnya menuntut ilmu dan melakukan penelitian.</p>
<p>Tapi mari kita renungkan pendapat ini. Kalau hanya untuk mendorong manusia untuk mencari ilmu pengetahuan serta mengenbangkan ilmu di berbagai bidang sehingga menjadi ilmuwan dan ahli filsafat yang terkenal, kita rasa tidak perlu didatangkan Rasulullah SAW yang membawa ajaran Islam juga tidak perlu didatangkannya Al Qur’an dan Sunnah pun manusia juga bisa menjadi pandai dan sanggup mengkaji ilmu pengetahuan di berbagai bidang sehingga manusia banyak yang menjadi ahli filsafat dan ilmuwan. Ini telah dibuktikan oleh sejarah manusia. Umpamanya di kalangan bangsa Yunani telah muncul banyak filsuf dan pemikir-pemikir besar dan kecil seperti Aristoteles, Plato, Socrates dan lain-lain. Mereka menguasai ilmu pengetahuan di bidang masing-masing sehingga mereka disanjung oleh manusia di masa itu bahkan masih tetap disanjung hingga saat ini. Dan sebagaimana yang kita ketahui, mereka ini telah lahir ribuan tahun sebelum kedatangan Rasulullah SAW, Al Qur’an dan Islam. Artinya mereka telah menjadi pemikir dan ahli filsafat tanpa perlu didatangkan Rasulullah, Al Qur’an dan Islam.</p>
<p>Jadi dapat kita pahami bahwa kalau sekiranya Allah tidak mendatangkan Rasulullah dan Al Qur’an pun manusia juga bisa menjadi ahli fikir yang terkenal. Hal ini karena keinginan untuk mencari ilmu pengetahuan, ingin meneliti dan ingin pandai itu adalah fitrah asal yang ada dalam diri manusia, tanpa perlu didorong oleh Islam dan Al Qur’an. Oleh karena itulah maka tidak dapat kita katakan bahwa keagungan dan kebesaran Islam adalah karena Islam mendorong manusia menjadi cendikiawan atau menjadi para pemikir.</p>
<p align="center"><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/philosophy.jpg" alt="philosophy.jpg" /></p>
<p>Kemudian ada pula sebagian orang yang berpendapat bahwa keagungan Islam itu adalah karena Islam mendorong penganutnya menjadi ahli seni bangunan dan arsitektur sehingga dapat membangun bangunan yang indah seperti masjid Kurtubah yang besar dan indah yang hingga saat ini masih bisa disaksikan. Kemudian dibangunnya Jannatul Aris yang merupakan suatu taman yang indah yang dibangun oleh umat Islam di zaman kerajaan Islam di Spanyol (Andalusia). Taman ini begitu indah dan cantik sekali hasil dari seni bangunan umat Islam. Di Spanyol juga terdapat istana Al-Hambra, sebuah bangunan yang terkenal yang juga didirikan oleh masyarakat Islam di waktu itu. Terdapat juga satu bangunan di India yang sangat termasyhur yang dinamai Taj Mahal. Bangunan ini dibangun oleh umat Islam ketika itu dengan jumlah pekerja sebanyak puluhan ribu. Maj Mahal berdiri dengan indah dan gagah hingga ke hari ini.</p>
<p>Mari kita renungkan pendapat tersebut. Kalau hanya untuk mendorong manusia membangun dan mendirikana istana-istana atau bangunan-bangunan yang indah seperti Al-Hambra, Taj Mahal dan sebagainya, kita rasa tanpa didatangkan Rasulullah, tanpa adanya Al Qur’an dan Islam, manusia juga dapat menghasilkan bangunan-bangunan yang indah seperti itu. Sejarah telah memaparkan kepada kita bagaimana imperium Romawi dan Persia yang merupakan dua kekuatan dunia di zaman sebelum Rasulullah SAW dapat melahirkan manusia-manusia yang bisa membangun bangunan-bangunan yang indah dan gagah yang juga masih dapat kita jumpai saat ini.</p>
<p>Juga di dalam Al Qur’an telah digambarkan bagaimana kaum Aad, kaum Tsamud, kerajaan Saba&#8217; di negeri Yaman, ribuan tahun sebelum kedatangan Rasulullah SAW pernah membangun berbagai kemajuan, pernah mendirikan gedung-gedung besar, pernah membangun sistem pengairan yang besar sehingga dapat menyuburkan tanaman-tanaman mereka. Kaum ini juga tidak pernah didorong oleh Al Qur’an dan ajaran Islam. Artinya, tanpa Rasulullah, tanpa Al Qur’an dan tanpa Islam pun mereka juga bisa membangun.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/puing.jpg" alt="puing.jpg" /></p>
<p>Kemudian pendapat yang lain lagi menyatakan bahwa keagungan dan kebesaran Islam itu karena Islam mendorong penganutnya untuk dapat menguasai bumi ini. Bahkan sampai tiga per empat muka bumi ini pernah dikuasai oleh umat Islam. Memang benar, para sahabat dan umat Islam di zaman salafussoleh telah dapat menguasai tiga perempat dunia ini. Akan tetapi kalau inilah yang menyebabkan Islam itu agung dan besar, maka kita rasa pandangan itu tidak tepat. Justru pandangan ini bisa memperkecilkan Islam karena bangsa-bangsa sebelum Rasulullah seperti bangsa Romawi dan Parsi juga dapat menguasai wilayah jajahan yang begitu luas di tanah Arab. Bangsa Cina juga menguasai daerah jajahan yang luas. Bangsa Yunani juga pernah mempunyai tanah jajahan yang sangat luas sebelum kedatangan Rasulullah dan Islam. Bahkan bangsa-bangsa Eropa di suatu masa dahulu telah dapat menaklukkan banyak negara di dunia ini, termasuk negara kita ini. Mereka tidak didorong oleh Rasulullah dan Al Qur’an. Artinya mereka dapat menaklukkan satu kawasan yang luas tanpa dorongan Rasulullah, tanpa dorongan Al Qur’an dan tanpa dorongan Islam.</p>
<p>Sebenarnya keinginan untuk berkuasa, keinginan untuk membangun dan berkemajuan, juga keinginan untuk mencari ilmu pengetahuan adalah fitrah manusia. Seperti juga manusia ingin makan, ingin berumah tangga dan sebagainya, semua itu adalah fitrah manusia. Semua yang menjadi fitrah manusia, tanpa perlu didorong-dorong, tanpa perlu diajar, semua bangsa dan kaum dapat bertindak secara otomatis dan mengikuti apa saja yang dikehendaki oleh fitrahnya. Oleh karena itu, tanpa Rasulullah, tanpa Al Qur’an dan tanpa Islam, manusia dapat langsung bertindak untuk mencari ilmu pengetahuan, untuk membangun dan berkemajuan dan untuk memiliki wilayah kekuasaan. Dengan demikian maka bukan pada hal-hal tersebut letak keagungan dan kebesaran Islam.</p>
<p><a href="http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-ii/"><span style="color:#800000;">Selanjutnya &gt;&gt; Keagungan dan Kebesaran Islam (II) &gt;&gt;</span></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/174/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/174/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=174&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-i/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/allah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">allah.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/philosophy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">philosophy.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/puing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">puing.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keagungan dan Kebesaran Islam (II)</title>
		<link>http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-ii/</link>
		<comments>http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 07:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>easternearth</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya letak keagungan dan kebesaran Islam itu adalah bahwa setelah didatangkan Rasulullah SAW, barulah manusia dapat mengenal Allah dengan tepat melalui sifat-sifat-Nya, misalnya melalui sifat Rahman-Nya dan Rahim-Nya, melalui sifat Qadim-Nya dan lain-lain. Artinya setelah Rasulullah didatangkan barulah manusia ini dapat mengenal Allah dengan sebenar-benarnya yang sebelum kedatangan Rasulullah SAW manusia hanya tahu tentang adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/allah-rahman.jpg" alt="allah-rahman.jpg" align="left" hspace="13" />Sebenarnya letak keagungan dan kebesaran Islam itu adalah bahwa setelah didatangkan Rasulullah SAW, barulah manusia dapat mengenal Allah dengan tepat melalui sifat-sifat-Nya, misalnya melalui sifat Rahman-Nya dan Rahim-Nya, melalui sifat Qadim-Nya dan lain-lain. Artinya setelah Rasulullah didatangkan barulah manusia ini dapat mengenal Allah dengan sebenar-benarnya yang sebelum kedatangan Rasulullah SAW manusia hanya tahu tentang adanya pencipta bumi dan langit ini tetapi manusia tidak betul-betul mengenal siapa Allah. Manusia ketika itu hanya dapat merasakan adanya Allah tetapi tidak mengenal Allah dengan tepat sesuai pengertian yang sebenarnya. Manusia di saat itu juga tidak tahu bagaimana hendak menyembah Allah, walaupun rasa bertuhan itu ada. Jadi, sebelum diutusnya Rasulullah manusia hanya menyembah Allah mengikut cara-cara yang mereka pikirkan sendiri, tidak mengikut cara yang sebenarnya. Baru setelah didatangkan Rasulullah dan Al Qur’an manusia mengetahui bagaimana cara menyembah Allah.</p>
<p>Selain dari itu, sebelum didatangkan Rasulullah atau sebelum adanya Islam manusia hanya tahu adanya akhirat tetapi mereka tidak betul-betul mengetahui bagaiamana akhirat itu sebenarnya. Manusia juga tidak mengetahui tentang syurga dan neraka mengikut pengertian yang tepat. Setelah kedatangan Rasulullah, Al Qur’an dan Islam, barulah manusia mengetahui bagimanakah akhirat itu sebenarnya dan barulah manusia ini mengenal Syurga dan neraka dengan tepat. Ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW telah dapat memperkenalkan kepada manusia tentang Syurga dan neraka yang sebenar-benarnya.</p>
<p><span id="more-176"></span>Kita dapati di sini bahwa kedatangan Islam kepada umat ini menjadikan manusia dapat benar-benar mengenal Allah SWT, dapat mengenal negeri akhirat serta dapat pula mengetahui tentang Syurga dan neraka dengan tepat. Hasil daripada pengenalan ini, manusia dapat melahirkan rasa takut dan merasakan kehebatan Allah SWT, dapat merasa takut kepada neraka Allah dan cinta kepada syurga Allah. Dengan keyakinan inilah maka manusia dapat melawan hawa nafsu dan syaitan. Sebelum memiliki keyakian ini, manusia begitu mudah digoda nafsu dan syaitan padahal kita tahu bahwa syaitan itu adalah musuh manusia yang amat nyata seperti yang diperingatkan oleh Allah melalui firman-Nya:</p>
<p><em><font color="#800000">&#8220;Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang amat nyata bagimu.&#8221; (QS Al Baqarah 16 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </font></em></p>
<p>Sedangkan nafsu senantiasa membujuk manusia agar berbuat jahat seperti yang tersebut dalam firman Allah yang artinya:</p>
<p><em><font color="#800000">&#8220;Sesungguhnya nafsu itu sangat mengajak manusia berbuat kejahatan” (QS Yusuf 53)</font></em></p>
<p>Jelaslah bagi kita bahwa syaitan dan hawa nafsu itu senantiasa mengajak kita menjadi durhaka kepada Allah SWT dan membujuk kita agar tidak mempedulikan akhirat, Syurga dan neraka. Tetapi dengan Islam yang dibawa oleh Rasulullah, maka manusia menjadi mengenal Allah, merasa takut dan merasakan kehebatan-Nya dan juga mengenal Syurga dan neraka sehingga manusia dapat melawan hawa nafsu dan syaitan. Inilah yang tidak dapat dicapai dengan berbagai kemajuan dan pembangunan material. Dengan berbagai kemajuan itu manusia tetap tidak dapat melawan hawa nafsu. Karena itulah, semakin banyak membangun dan semakin maju manusia itu, semakin bertambah durhaka kepada Allah. Semakin manusia menguasai wilayah kekuasaan yang luas dan semakin menindas dan menzalimi. Manusia yang menguasai berbagai macam hilmu pengetahuan belum tentu dapat melawan nafsu dan syaitan. Oleh karena itu, tidak heran betapa banyak orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas tetapi masih tetap durhaka dan ingkar kepada Allah.</p>
<p><strong>Apakah hasil daripada manusia dapat melawan hawa nafsu dan syaitan ini?</strong></p>
<ul>
<li>Pada awalnya nafsu dan syaitan ini bersifat bakhil dan tamak dan kemudian mendorong manusia untuk bersifat bakhil dan tamak. Tetapi jika sesorang itu dapat melawan hawa nafsu dan syaitan karena takut kepada Allah, takut kepada neraka Allah dan rasa cinta kepada Syurga, maka dia takan terdorong untuk sanggup berkorban.</li>
<li>Kemudian nafsu dan syaitan pula bersifat sombong yang mengakibatkan manusia menjadi bersikap sombong. Tetapi apabila seseorang dapat melawan hawa nafsu ini karena dia takut kepada Allah, takut kepada neraka dan cinta kepada Syurga, maka dia akan dapat bersikap rendah hati kepada Allah dan kepada sesama manusia, terutamanya kepada sesama kaum muslimin.</li>
<li>Hawa nafsu dan syaitan juga bersifat tidak mau mengakui kesalahan jika berbuat salah. Tetapi jika seseorang itu mau melawan dorongan hawa nafsu dan syaitan, maka dia terdorong mau mengakui kesalahan dirinya sendiri. Ini adalah karena manusia itu sudah merasa takut kepada Allah, takut kepada neraka Allah dan cinta kepada Syurga.</li>
<li>Selain itu, nafsu dan syaitan bersifat tidak suka memaafkan kesalahan orang lain. Tetapi apabila seseorang itu dapat melawan hawa nafsu dan syaitan karena telah kenal dan takut kepada Allah serta takut kepada neraka dan cinta Syurga, maka dia sanggup memberi maaf kepada orang lain yang berbuat kesalahan kepada dirinya.</li>
<li>Begitu juga hawa nafsu dan syaitan itu bersikap gelisah bila berhadapan dengan kesusahan. Akan tetapi jika seseorang itu dapat melawan hawa nafsu dan syaitan karena takut kepada Allah, takut kepada neraka dan cinta kepada Syurga, maka dia dapat bersikap sabar dan redha ketika berhadapan dengan kesusahan dan bala bencana.</li>
<li>Kemudian hawa nafsu dan syaitan pula bersikap kejam dan zalim. Tetapi apabila seseorang itu dapat melawan syaitan dan hawa nafsu ini dia akan terdorong untuk bersikap belas kasih.</li>
</ul>
<p>Jelaslah bahwa hasil dari upaya manusia dalam melawan hawa nafsu dan syaitan, maka manusia akan menjadi pemurah dan suka berkorban, rendah hati kepada Allah dan manusia, sanggup mengakui kesalahan diri sendiri, bersedia memaafkan kesalahan orang lain, sanggup bersikap sabar dan redha dan belas kasih. Inilah rahasia untuk melahirkan kasih sayang di tengah masyarakat dan inilah rahasia untuk mewujudkan ketenangan, kedamaian serta keamanan di tengah kehidupan manusia.</p>
<p>Kasih sayang, keamanan serta kedamaian di dalam kehidupan manusia ini tidak akan lahir kalau manusia tidak takut kepada Allah, tidak takut kepada neraka Allah dan tidak cinta kepada Syurga Allah. Manusia yang tidak taku kepada Allah akan bersifat tamak dan rakus, tidak sabar dengan ujian-ujian hidup, bersifat sombong dan kejam dan sebagainya. Akhirnya timbullah perkelahian, perselisihan dan pertentangan di tengah-tengah masyarakat yang menyebabkan hilangnya kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan manusia. Inilah akan terjadi walaupun manusia itu maju dan membangun, mempunyai kekuasaan dan wilayah jajahan yang luas dan mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi.</p>
<p>Jadi, yang mampu melahirkan keamanan dan kedamaian di tengah-tengah kehidupan adalah manusia yang dapat melawan hawa nafsu dan syaitan sehingga menjadikan manusia itu memiliki sifat mau berkorban, sabar dan redha, pemaaf, berkasih sayang dan sebagainya. Ini adalah hasil dari rasa takut kepada Allah, takut kepada neraka dan cintakan Syurga Allah. Inilah yang terjadi di zaman Rasulullah, di zaman para sahabat, tabiin dan salafussoleh. Hal ini tidak terjadi di zaman kita dan di kalangan masyarakat Islam kita hari ini karena kita tidak mengikuti ajaran Islam itu dengan sungguh-sungguh.</p>
<p><a href="http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-iii/"><font color="#800000">Selanjutnya &gt;&gt;  Keagungan dan Kebesaran Islam (III) &gt;&gt;</font></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/easternearth.wordpress.com/176/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/easternearth.wordpress.com/176/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/easternearth.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/easternearth.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/easternearth.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/easternearth.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/easternearth.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/easternearth.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/easternearth.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/easternearth.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/easternearth.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/easternearth.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=easternearth.wordpress.com&blog=704206&post=176&subd=easternearth&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://easternearth.wordpress.com/2007/11/23/keagungan-dan-kebesaran-islam-ii/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://easternearth.files.wordpress.com/2007/11/allah-rahman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">allah-rahman.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>