Feed on
Posts
Comments

gold.jpgSejarah telah membuktikan kepada kita bagaimana orang-orang kaya di zaman Rasulullah karena mereka takut kepada Allah, takut kepada neraka Allah dan cinta kepada syurga Allah, mereka sanggup menjadi bank kepada masyarakat Islam. Artinya orang-orang kaya di zaman itu sanggup mengorbankan harta dan uang mereka untuk memajukan masyarakat Islam. Sebagai contoh, Sayidina Abu Bakar, Sayidina Umar, Sayidina Abdurrahman bin Auf, Sayidina Utsman, mereka semua telah mengorbankan harta kekayaan mereka untuk membangun masyarakat Islam, membantu membangun berbagai aspek kehidupan, mengatasi kemiskinan dan penindasan kaum Yahudi. Akhirnya masyarakat Islam ketika itu dapat membangun dan mencapai kemajan tanpa bersandar kepada orang kafir. Apakah Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar, Sayidina Abdurrahman bin Auf, Sayidina Utsman berkorban karena mereka maju dalam pembangunan atau karena banyak menguasi ilmu pengetahuan dan sebagainya. Jawabannya, tidak! Mereka sanggup berkorban karena mereka takut kepada Allah, takut dengan neraka Allah dan cinta Syurga Allah. Bukankah sebelum itu mereka adalah orang-orang kaya tetapi mereka tidak berkorban karena mereka adalah orang yang bakhil dan tamak ketika itu. Mereka menjadi orang yang begitu pemurah hanya setelah mereka menerima Islam dan Rasulullah.

Sejarah juga telah membuktikan bagaimana orang-orang yang susah dan menderita di zaman Rasulullah dapat berlaku sabar dan redha dengan kesusahan dan penderitaan mereka setelah mereka menerima ajaran Islam dan setelah mereka takut dengan Allah, takut dengan neraka Allah dan cinta kepada Syurga Allah. Mereka tidak pernah mengeluh dengan kesusahan itu. Mereka tidak pernah merasa kecewa dengan penderitaan hingga mendapat pujian dari Allah SWT di dalam Al Qur’an:

“Orang yang tidak tahu menyangka mereka itu adalah orang-orang yang kaya karena mereka memelihara diri dari meminta-minta.” (QS Al Baqarah 273)

Continue Reading »

Mencari Kebahagiaan

bahagia.jpgMencari kebahagiaan adalah fitrah murni setiap manusia. Tanpa melihat apakah lelaki atau perempuan, tua atau muda, orang kaya atau orang miskin, orang besar atau orang kecil, semua menginginkan kebahagiaan. Segala tindak tanduk manusia dapat kita lihat tidak lain dan tidak bukan hanyalah demi mencari kebahagiaan.

Kebahagiaan bukan terletak pada tangan, mata, kaki, telinga, atau yang lainnya. Kebahagiaan terletak pada hati (jiwa). Orang yang mendapat kebahagiaan akan merasa ketenangan hati, ketenangan jiwa dan keindahan ruh. Kita menyaksikan berbagai cara dan jalan telah ditempuh manusia untuk mendapatkan kebahagiaan. Ada yang berusaha mencari kebahagiaan melalui kekayaan, pangkat, nama, kemasyhuran atau isteri yang cantik. Yang menjadi permasalahan sekarang adalah, benarkah semua itu dapat memuaskan hati manusia dengan mutlak?

Continue Reading »

lapindo.jpgPenghujung tahun 2007. Bencana yang melanda negeri ini masih belum terlihat tanda-tanda mereda. Setelah tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir, badai, lumpur Sidoarjo (lumpur Lapindo) dan berbagai bencana lain yang mengosongkan kas negara, terakhir, justru sejumlah gunung berapi kembali beraksi serentak menggeliat memamerkan kekuatan yang Tuhan berikan kepada mereka. Rakyat negeri ini semakin gelisah dalam kecemasan. Menunggu dengan perasaan susah payah di barak-barak pengungsian. Tapi, legiun gunung berapi hanyalah satu bagian dari keseluruhan alam yang terlihat jelas sedang tidak bersahabat ini.

Sebagian orang berhenti pada perkataan, Bumi sedang marah” atau “Alam murka”. Padahal mereka sadar, bahwa alam semesta raya ini sepenuhnya tunduk patuh kepada Sang Pencipta. Langit dan Bumi beserta seluruh isinya, sebenarnya tidak memiliki sedikit kekuatan pun selain atas kehendak dan izin Tuan yang mengatur mereka setiap detik setiap saat. Jika alam ini tidak memiliki kuasa barang sedikitpun, lalu siapa sebenarnya yang murka?

Tetapi jangan dilupakan, Allah adalah Maha Pemurah dan Penyayang. Bahkan ketika Dia murka kepada manusia, sebenarnya ada kasih sayangnya kepada kita. Di balik itu semua ada peringatan dan didikan untuk kita mau kembali ingat kepada-Nya, taat dan patuh kepada-Nya. Melalui setiap fenomena di alam raya ini, Allah sedang berkata-kata kepada kita. Sekarang masalahnya, mampukah kita mendengar kata-kataNya? Dan yang lebih penting lagi, maukah kita medengar kata-kataNya? Jika kita tidak mampu, carilah siapa di kalangan hamba-hambaNya yang mampu menterjemahkannya kepada kita. Tapi jika kita tidak mau, maka inilah sumber malapekata yang sebenarnya. Mungkin keenganan dan ketidakpedulian inilah yang menjadi sebab mengapa 1001 bencana terus terjadi dan belum akan berhenti di negeri ini

Belum tibakah saatnya untuk kita berhenti dari cara berpikir “Fenomena alam ya fenomena alam. Ga udah dihubung-hubungkan deh sama Tuhan, kaya zaman prasejarah aja. Ini zaman modern, Bung.” Cara berpikir sekuler? Ya, sekuler atau apapun orang menamainya.

Walaupun sudah satu setengah tahun lumpur Lapindo meluap tanpa kita mampu menanganinya, namun rupanya cara berpikir sekuler masih tetap berdiri pongah dalam akal pikiran kita. Oleh karena itu perlu kita ingat, jangankan lumpur Lapindo, bahkan ketika menjelang kiamat nanti, saat matahari terbit dari barat, manusia di zaman tanpa iman itu juga akan berkata hal yang sama, “Ah, itu kan fenomena alam…”

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al A’raaf 96)

zaman.jpgSesungguhnya Allah mengatur alam ini dengan suatu pengaturan yang tersusun rapi. Penciptaan alam ini ada awalnya dan ada akhirnya semua itu berjalan dengan cara dan sesuai waktu yang telah ditentukan-Nya. Kita sebagai makhluk hendaknya menyadari tentang hakikat ini dengan merenungkan hikmah dan pengajaran di sebaliknya agar dapat bertindak tepat sesuai dengan kehendak Allah.

Oleh karena itulah, Rasulullah SAW memberikan satu peringatan kepada umatnya agar kita menyadari di zaman apa kita berada dan tahu bagaimana dia harus bertindak demi menyelamatkan iman dan Islam kita.

Rasulullah SAW bersabda:

“Telah berlaku zaman kenabian keatas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah zaman khalifah yang berjalan sepertimana zaman kenabian. Maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit. Berlaku zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya juga, kemudian berlakulah zaman pemerintahan diktator (zaman penindasan dan penzaliman), dan berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula zaman khalifah yang berjalan diatas cara hidup zaman kenabian”

(Riwayat Imam Ahmad bin Hambal, Bazzar dan At Tabrani dari Abu Huzaifah Al-Yamani)

Hadits diatas dengan jelas menunjukkan bahwa Umat Rasulullah SAW akan menempuh empat kelompok zaman secara bergiliran sebelum dunia kiamat yakni:

  • Zaman Kenabian (Nubuwwah) dan rahmat
  • Zaman Khulafaur Rasyidin dan rahmat
  • Zaman Fitnah (kerusakan) dan kegelapan
  • Zaman Khalifah atau Ummah kedua yang berjalan diatas cara hidup zaaman kenabian yakni zaman pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa.

Mari kita menguraikan dan mengkajinya satu per satu agar kita mengetahui di zaman apa kita berada saat ini

Continue Reading »

full_islam_moon1.jpgIslam diwahyukan oleh Allah kepada Rasulullah SAW secara utuh. Rasulullah menyampaikannya kepada kita juga secara utuh. Allah berfirman:

“Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan.” (QS Al Baqarah 207)

.
Ajaran-ajaran Islam yang terpenting dan paling pokok ialah ajaran aqidah, syariat, akhlak, pendidikan, ekonomi, politik (siasah), jamaah, daulah Islamiah, amar ma’ruf nahi munkar. Sejauh manakah kita meyakini, memahami dan mengamalkannya selama ini? Bagaimana kita mengetahuinya, sedangkan di zaman kita saat ini sudah tidak ada pembandingnya? Oleh karena itu, hanya Rasulullah, para sahabat dan salafussoleh sajalah sebagai pembanding dan tolak ukurnya.

Allah berfirman di dalam Al Quran:

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik.” (QS Al Ahzab 21)

Dan Rasulullah SAW bersabda:

“Sahabat-sahabatku laksana bintang-bintang di langit. Yang mana saja kamu ikuti niscaya kamu akan dapat petunjuk.” (Riwayat Ad Daarami)

“Sebaik-baik manusia adalah di kurunku, kemudian yang mengikuti kurun mereka, kemudian yang mengiringi kurun mereka itu” (Riwayat Muslim)

Inilah yang dikatakan salafussoleh yang semua ini sudah tidak ada lagi di jaman kita ini. Walaupun hanya seorang, sudah cukup menjadi contoh kepada kita, misalnya Imam Malik. Tetapi ia juga tidak ada. Oleh karena itu, hendaklah kita lihat sejarah mereka di dalam sejarah, mudah-mudahan akan menjadi panduan kita di akhir zaman ini. Mari kita contoh mereka, terutama sekali Rasulullah SAW untuk menjadi panduan kita di akhir zaman ini dan menjadi tolak ukur kepada kita. Mari kita lihat bagaimana mereka menegakkan berbagai aspek dalam agama Islam.

Continue Reading »

dunia-akhirat.jpgTidak ada seorangpun yang menolak kenyataan bahwa kehidupan kita di dunia ini hanya untuk sementara waktu saja. Di akhir zaman saat ini, paling lama manusia dapat hidup selama 150 tahun. Setelah itu semua orang akan mati dan setelah mati pergi ke akhirat. Banyak orang mempercayai akan hal ini, hanya sedikit sekali yang tidak percaya. Umat Islam memang mempercayai bahwa akhirat itu ada.

Akhirat adalah tempat tinggal manusia yang kekal abadi. Di sana ada kesenangan dan kesusahan seperti halnya di dunia ada kesenagan dan keusahan. Hanya saja kesenangan dan kesusahan di dunia dan di akhirat tidak sama. Kalau kita bandingkan kesenangannya seperti kita memiliki rumah pohon dengan memiliki istana. Sedangkan perbandingan azabnya seperti gigitan semut dengan terkaman singa yang ganas.

Batas antara dunia dengan akhirat ialah alam kubur atau alam Barzakh. Di sana manusia ditahan untuk sementara waktu. Di alam Barzakh juga ada kesusahan dan ada kesenangan sebagaimana di dunia. Ibaratnya seperti perbatasan antara dua negara. Di perbatasan dua negara itulah ada kalanya manusia mendapat kesenangan dan ada kalanya mendapat kesusahan. Begitulah keadaan di antara dunia dengan akhirat yaitu alam kubur atau alam Barzakh.

Continue Reading »

Perbandingan kerja dunia dan kerja akhirathiking1.jpg

Mari kita ambil beberapa contoh yang menunjukkan bahwa pekerjaan dunia itu susah dan berat tetapi manusia menganggapnya ringan karena daya tariknya yang kuat. Juga contoh urusan-urusan akhirat yang mudah dan ringan tapi umat Islam merasakan urusan itu susah dan berat karena merasa daya tariknya lemah. Kita dapat mengambil contoh beberapa perkara untuk perbandingan sebagai berikut:

  • Mana yang lebih berat, shalat Subuh dua rakaat sekitar 20 menit dengan kerja delapan jam sehari? Bahkan demi mencari uang ada kalanya sanggup bekerja sebagai buruh kasar. Betapa beratnya. Namun sebagian umat Islam sanggup tidak shalat Subuh sekedar 20-30 menit tapi tidak jemu-jemu bekerja delapan jam untuk mencari uang.
  • Mana lebih berat, menolong kawan karena Allah mungkin sekedar satu-dua jam dibandingkan lari maraton berjam-jam, kadang-kadang terpaksa naik bukit, menyeberang sungai, menuruni jurang yang terjal demi mencari ketenaran dan kemegahan nama. Tentu lebih susah menempuh lari maraton tapi mudah saja manusia dapat melakukannya. Sedankan menolong kawan yang kesusahan terasa amat berat.
  • Mana lebih berat, memberi maaf kepada orang yang bersalah kepada kita karena hal itu diperintahkan oleh Allah dengan memenuhi keinginan naik gunung untuk mencari ketenaran dan kemegahan nama. Padahal kita tidak mendaki gunung itu bukan satu kesalahan tapi kita lebih mampu mendaki gunung daripada memberi maaf yang diperintahkan Allah.

Perbandingan azab dunia dan akhiratheartbeat.jpg

Sesuatu yang pasti terjadi tapi sering dilupakan dan tidak dipedulikan adalah mati. Yakni berhentinya degupan jantung, lalu berhentilah nafas dan aktivitas tubuh lainnya, hingga manusia tidak berguna apa-apa lagi walaupun dia seorang profesor, raja atau presiden. Kalau dibiarkan akan membusuk dan berkerut, maka terpaksa dikubur ke dalam bumi.

Semua orang terdahulu pasti sudah merasakan mati. Mereka sudah tidak ada lagi di muka bumi ini. Yang tinggal hanyalah nama dan sejarah hidup mereka saja. Detik kematian itu juga pasti datang pada setiap orang di antara kita. Kematian adalah program hidup yang tidak bisa tidak pasti akan terjadi sehingga kita sering bertanya-tanya, “Kapankah giliranku untuk mati? Dan apa yang harus aku persiapkan?”.

Kesakitan yang dirasakan ketika ruh dicabut dari badan oleh malaikat pencabut nyawa yaitu malaikat Izrail, seperti ditusuk-tusuk tiga ratus kali dengan mata pedang. Tubuh terasa hancur lumat sehingga hilang segala-galanya. Rasa haus yang dirasakan ketika maut tiba sangat menyiksa sehingga kalau air satu lautan habis diminum tidak akan merasa puas juga. Continue Reading »

al-fateh.jpgSultan Muhammad Al Fateh (محمد الفاتح) atau yang disebut juga Mehmed II The Conqueror dilahirkan pada tanggal 29 Maret 1432. Saat kelahirannya pun sudah terdapat isyarat bahwa dia nantinya akan menjadi orang besar yang membuat sejarah besar. Ketika berita kelahirannya disampaikan, ayahnya, Sultan Murad II sedang membaca Al Quran tepat pada Surat Al Fath ayat 1:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan padamu kemenangan yang nyata.”

Kelahirannya ada pertanda

Menjelang kelahirannya, Sultan Murad sebenarnya sedang mempersiapkan penyerbuan ke Konstantinopel (Constantinople), ibu kota Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium. Setelah anaknya Muhammad lahir, datanglah seorang ulama besar Islam ke istana Sultan dan beliau mengatakan bahwa bayi itulah yang nantinya akan menaklukkan Konstantinopel seperti sabda Rasulullah SAW:

“Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.”

Ulama itu bernama Syeikh Syamsuddin Al Wali dari Khurasan (sekarang Uzbekistan). Beliau adalah seorang syeikh tarekat Naqsyabandiyah. Sultan Murad sangat yakin dengan ilham Syeikh Syamsuddin Al Wali sehingga baginda menyerahkan putera mahkota yang masih kecil kepada Syeikh Syamsuddin untuk dididik. Continue Reading »

Keindahan Islam

fitrah.jpgAllah SWT berfirman di dalam Al Quran:

“Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam” (QS Ali Imran 19)

Islam adalah satu-satunya agama yang diakui kebenaran dan kesempurnaannya oleh Allah. Islam adalah agama terbaik untuk manusia yang datang dari Allah. Apakah sama antara sesuatu yang datang dari Allah dengan sesuatu yang direka oleh manusia? Tentu jauh sekali perbedaannya.

Allah adalah Tuhan yang menciptakan manusia. Sudah tentu Allah yang paling mengetahui tentang manusia. Oleh karena itu, agama Allah adalah agama yang paling lengkap dan paling sesuai dengan fitrah manusia atau keadaan asal dalam diri manusia. Diri manusia terdiri dari empat unsur, yaitu fisik, akal, nafsu dan hati. Hati atau ruh manusia dibekali dengan perasaan bersamaan dengan lahirnya tubuh fisik. Islam itu indah karena agama Islam sebenarnya sangat sesuai dengan fitrah manusia yaitu sesuai dengan perasaan hati manusia. Apa yang disetujui oleh hati kita, itulah yang diperintahkan oleh Allah. Apa yang tidak disetujui oleh hati kita, itu jugalah yang dilarang oleh Allah. Continue Reading »

« Newer Posts - Older Posts »